Daily News 01/12
December 01, 2011 No. 147
IPO - Saranacentral Bajatama
PT Saranacentral Bajatama (SB) berencana IPO dengan menjual 400 juta lembar saham baru (22.22% saham) pada kisaran harga Rp 250 hingga Rp 425 per lembar saham. Dengan target perolehan dana sekitar Rp 150 Miliar hingga Rp 170 Miliar, 50% diantaranya akan dialokasikan untuk pembelian mesin dan sisanya untuk modal kerja. Masa penawaran awal dimulai berlangsung pada 13-15 Desember dengan penjatahan pada 19 Desember dan listing pada 22 Desember 2011. Pembelian mesin baru diharapkan dapat meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat tahun depan. SB adalah produsen baja lapis seng dan baja lapis aluminium seng.
AMRT - Alokasi belanja modal
PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menganggarkan belanja modal 2012 senilai Rp 950 Miliar yang akan digunakan untuk membuka 800 toko dan 3 distribution center. Sumber pendanaan berasal dari right issue perseroan, namun sampai saat ini rencana right issue belum ada progress.
ANTM - Rencana emisi obligasi
PT Aneka Tambang (ANTM) meningkatkan nilai emisi obligasi dari rencana awal Rp 1.5 Triliun menjadi Rp 3 Triliun seiring dengan tingginya minat investor yang mencapai Rp 10 Triliun. Obligasi tersebut akan terdiri dari dua seri dimana Seri A senilai Rp 1 Triliun bertenor 7 tahun dengan kupon 8.375% dan Seri B senilai Rp 2 Triliun bertenor 10 tahun dengan kupon 9.05%. sementara itu ANTM telah memulai pekerjaan konstruksi pabrik pengolahan (smelter) nikel (proyek FeNi) serta pembangkit listrik berkapasitas 260 MW di Halmahera Timur senilai total US$ 1.6 Miliar. Pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi 27,000 ton nikel per tahun dan diharapkan selesai pada 2014.
BWPT - Alokasi belanja modal
PT BW Plantation (BWPT) mengalokasikan dana belanja modal mencapai Rp 700 Miliar tahun depan yang akan digunakan untuk mendukung produktivitas tanaman, pembangunan pabrik pengolahan CPO, serta penanaman baru. Sekitar 85% dana kebutuhan belanja modal akan berasal dari pinjaman bank dan sisanya dari kas internal. Manajemen memperkirakan volume produksi CPO naik 25%Yoy tahun depan dari proyeksi produksi tahun ini sekitar 104,650 ton (produksi 91,000 ton pada 2010 lalu).
INAF - Kebutuhan fasilitas kredit
PT Indofarma (INAF) memperkirakan kebutuhan fasilitas letter of credit (L/C) tahun depan sekitar US$ 10 Juta yang akan digunakan untuk membiayai impor bahan baku obat. Bank Mandiri akan mengucurkan pendanaan fasilitas L/C tersebut.
ITMG - Penjadwalan ulang pengiriman batubara
Manajemen PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) akan melakukan penjadwalan ulang pengiriman batubara terkait runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara. ITMG mengandalkan angkutan cargo dari PT Trubaindo Coal Mining dan PT Kitadin (Embalut) melalui sungai Mahakam menuju loading point di Bontang atau Balikpapan. Manajemen menyatakan kejadian tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional dalam dua minggu ke depan karena telah memiliki persediaan batubara yang cukup di terminal Bontang.
JSMR - Ekspansi bisnis properti
PT Jasa Marga (JSMR) akan masuk ke bisnis properti, pengembangan properti akan menggunakan lahan di sekitar ruas tol. Dengan tiga proyek yang akan dibangun, proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sampai Rp 1,3 Triliun, JSMR mengeluarkan Rp 400 Miliar dari kas internal, sedangkan sisanya dari pinjaman perbankan. JSMR berharap mulai tahun 2013 pendapatan luar tol nantinya memberi kontribusi sekitar 10% dari total pendapatan usaha.