Daily News 02/12
December 02, 2011 No. 148
ADHI - Kontrak baru
PT Adhi Karya (ADHI) memprediksi akan memperoleh kontrak senilai Rp 11-12 Triliun sampai akhir 2011, melampaui target semula Rp 9.8 Triliun. Peningkatan tersebut seiring rencana pemerintah dan BUMN mengumumkan pemenang tender konstruksi proyek menjelang akhir tahun. Sampai saat ini perolehan kontrak perseroan hampir senilai Rp 9 Triliun. ADHI baru-baru ini memperoleh proyek pembangunan dermaga di Buli, Halmahera milik PT Aneka Tambang (ANTM).
BORN - Alokasi belanja modal
PT Borneo Lumbung Enegry & Metal (BORN) mengalokasikan dana belanja modal mencapai US$ 600 Juta hingga 2013 yang berasal dari kas internal untuk ekspansi lahan dan meningkatkan kapasitas produksi. BORN berencana melakukan buyback atas 707.72 juta lembar saham (sekitar 4% saham) dan mengalokasikan dana Rp 650 Miliar untuk menduukng aksi korporasi tersebut. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 15 Desember mendatang yang juga mengagendakan persetujuan transaksi pembelian saham Bumi Plc.
KRAS - Kinerja 9M 2011
PT Krakatau Steel (KRAS) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 3.6%Yoy menjadi Rp 1.05 Triliun akibat pencatatan laba pengalihan asset tetap senilai Rp 745.43 Miliar serta laba pematangan tanah senilai Rp 51.25 Miliar dalam 9M 2011. Pendapatan KRAS naik 6.7%Yoy menjadi 12.65 Triliun namun laba operasi tercatat turun 80.3%Yoy menjadi Rp 249.8 Miliar Vs Rp 1.27 Triliun pada 9M 2010. Faktor penghambat kinerja 9M 2011 adalah turunnya harga jual sementara harga bahan baku masih tinggi dan pasokan gas tidak mencukupi.
MEDC - Kembangkan lapangan gas
PT Medco Energi (MEDC) melalui anak usahanya Medco E&P Indonesia akan menginvestasikan US$ 600 Juta di lapangan gas Idi Rayeuk (Aceh Timur) dengan sumber pendanaan dari kas internal sebesar 30%-40% dan sisanya dari pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Konstruksi pengembangan Blok A dimulai tahun 2012 dan ditargetkan berproduksi pada 2014.
PWON - Alokasi belanja modal
PT Pakuwon Jati (PWON) memperkirakan Capital Expenditure (capex) 2012 mencapai Rp 1.3 Triliun, lebih tinggi 18% dari tahun ini. PWON akan memenuhi kebutuhan modal dari kas internal, pinjaman bank dan hasil pra-penjualan. Perusahaan menggunakan capex untuk menyelesaikan beberapa proyek area komersial, perkantoran, dan kondominium di Surabaya.