Daily News 05/12

December 05, 2011 No. 149
IPO - ABM Investama

PT ABM Investama (ABMI) berencana IPO dengan menjual 550.6 juta lembar saham (20% saham) pada harga Rp 3,750 per lembar. Konsorsium Syailendra Capital membeli 360 juta lembar saham ABMI dalam proses IPO. ABMI menargetkan produksi batubara tahun ini mencapai 2.5 - 2.7 juta ton.
IPO - Erajaya
PT Erajaya telah mendapat izin efektif IPO dari Bapepam-LK dan akan memulai masa penawaran pada 6-9 Desember untuk listing pada 14 Desember 2011. Erajaya akan menawarkan 920 juta lembar (31.72% saham) pada harga Rp 1,000 per lembar. Dengan target perolehan dana Rp 920 Miliar, Rp 736.3 Miliar diantaranya akan digunakan untuk pelunasan promisary notes yang diterbitkan untuk akuisisi Grup TAM dan sisanya untuk mendukung jaringan distribusi serta modal kerja. PT Buana Capital bertindak sebagai lead underwriter IPO.
ISAT - Pejualan menara dan pengurangan jumlah karyawan
PT Indosat (ISAT) telah menanda tangani kesepahaman ekslusif tidak mengikat dengan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) untuk penjualan menara miliknya. Manajemen berharap penandatanganan MoU pada Januari 2012. Dana dari penjualan menara nantinya digunakakan untuk pembayaran utang maupun ekspansi. ISAT juga telah memasukkan pengalihan karyawan yang merupakan karyawan operasional yang menangani menara ke dalam negosiasi dengan calon pembeli menara.
JPFA - Rencana emisi obligasi
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) berencana menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp 1 Triliun tahun depan dimana 75% diantaranya akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal 2012 dan sisanya untuk modal kerja. PT Bahana Securities bertindak sebagai underwriter emisi obligasi. Pefindo dan Fitch Ratings Indonesia memberi peringkat A+ terhadap rencana emisi obligasi JPFA. Bookbuilding dilakukan pada 7-22 Desember dengan perkiraan pernyataan efektif pada 29 Desember 2011. Apabila berjalan sesuai dengan jadwal, pencatatan obligasi di bursa dimulai pada 13 Januari 2012.
KLBF - Rencana ekpansi ke Vietnam
Setelah mendominasi pasar domestik, PT Kalbe Farma (KLBF) berencana melakukan ekspansi ke Vietnam. KLBF lebih memilih mencari mitra joint venture daripada mengakuisisi perusahaan farmasi lokal. Dengan anggaran dana kas internal sebesar Rp 1.8 Triliun, KLBF menargetkan pembangunan pabrik di Vietnam dimulai tahun depan.
TLKM - Kesulitan menjual saham patracom
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) belum menemukan calon pembeli 40% kepemilikan sahamnya di PT Patracom. TLKM berniat menjual kepimilikannya di Patracom karena memiliki anak usaha dengan bidang usaha yang sama. Patracom bergerak dalam bidang penyediaan layanan jaringan telekomunikasi berupa komunikasi data, suara, video multimedia, dan internet.