Daily News 06/12
December 06, 2011 No. 150
ANTM - Tingkatkan nilai emisi obligasi
PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan kelebihan permintaan hingga 6.5x terkait rencana emisi obligasi senilai Rp 1.5 Triliun sehingga nilai emisi dinaikkan menjadi Rp 3 Triliun. Obligasi tersebut akan terdiri dari dua seri yaitu Seri A senilai Rp 900 Miliar bertenor 7 tahun menawarkan kupon 8.37% per tahun sedangkan Seri B senilai Rp 2.1 Triliun bertenor 10 tahun menawarkan kupon 9.05% per tahun. Pefindo memberikan peringkat idAA dengan outlook stabil terhadap rencana emisi obligasi ANTM. Sekitar 22.46% dana emisi obligasi akan digunakan untuk investasi rutin dan sisanya 77.54% akan digunakan untuk ekspansi usaha berupa renovasi, perbaikan, atau pembangunan pabrik pengolahan nikel baru di Pomalaa.
BFIN - Target pembiayaan
PT BFI Finance (BFIN) membukukan kenaikan pembiayaan baru kendaraan bermotor mencapai Rp 5.2 Triliun pada 11M 2011 Vs Rp 3.46 Triliun pada 11M 2010 lalu. Nilai tersebut telah melampaui target pembiayaan baru tahun ini senilai Rp 5 Triliun. Sebesar 55% penyaluran kredit berasal dari pembiayaan mobil bekas, 16% dari pembiayaan mobil baru, 17% dari leasing, dan 12% dari pembiayaan motor bekas. Manajemen memperkirakan pertumbuhan kredit BFIN mencapai 40% tahun depan dengan pembukaan kantor cabang dan gerai baru. Sejak awal tahun hingga bulan November lalu BFIN telah membuka 18 kantor cabang dan gerai baru dimana 11 kantor cabang baru ditargetkan dibuka bulan ini sehingga pada akhir 2011 jumlah kantor cabang dan gerai BFIN mencapai 150.
DSSA - Alokasi belanja modal 2012
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyiapkan belanja modal US$ 80 Juta atau setara Rp 720 Miliar untuk kegiatan ekpansi di tahun 2012. Pendanaan capex tersebut dipenuhi dari kas internal DSSA dan hasil IPO anak usaha, PT Golden Energy Mines (GEMS). Sekitar US$ 20 Juta dari capex akan digunakan DSSA untuk pembaruan empat pembangkit listrik dan sisanya US$ 60 Juta akan digunakan GEMS untuk pengembangan sektor batubara.
MASA - Pendanaan ekspansi
PT Multistrada Arah Sarana (MASA) membutuhkan Rp 1.5 Triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 25,000 ban menjadi 35,000 ban per hari. Pendanaan akan diambil dari rencana right issue dan hutang bank. Target dana yang didapat right issue senilai Rp 1.53 Triliun yang dialokasikan untuk pengembangan kebun karet senilai Rp 398 Miliar, modal kerja senilai Rp 459 Miliar dan pembelian mesin produksi senilai Rp 673 Miliar. Kekurangan dana untuk peningkatan direncanakan diperoleh dari hutang bank senilai US$ 60 Juta.
PTBA - Kaji rencana stock split
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) berniat melakukan stock split karena menilai harga sahamnya kini sudah terlalu tinggi. Manajemen masih menolak mengungkapkan rasio stock split. Aksi korporasi ini kemungkinan baru akan dilaksanakan akhir tahun 2012 karena saat ini manajemen masih fokus pada agenda buy back saham.