Daily News 20/06

June 20, 2017 No. 1511
ANTM - Pengajuan tambahan ekspor nikel

PT Aneka Tambang (ANTM) mengajukan tambahan ekspor nikel meski sebelumnya pengajuan izin ekspor ditolak Pemerintah karena tidak menyertakan progres smelter. Dalam pengajuan baru kali ini manajemen mengajukan progres smelter di Halmahera Timur (Maluku Utara). ANTM mengajukan ekspor nikel baru dengan kuota 3.7 juta ton. ANTM berencana mengajukan pembangunan smelter Haltim Line 1 yang ditargetkan selesai akhir 2018 dengan operasi komersial tahun 2019 yang memiliki kapasitas 13,500 ton per tahun. Sebelumnya ANTM telah mendapatkan izin ekspor mineral mentah dengan rincian nikel kadar rendah 2.7 juta ton dan bauksit 850,000 ton per tahun. Pada saat itu, ANTM mengajukan smelter Pomala yang direview tiap 6 bulan oleh tim verifikasi independen.
INTP - Rencana ekspansi
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) akan berekpansi tiga lini bisnis baru tahun ini sebagai bagian diversifikasi usaha. Perseroan akan mengembangkan rumah pabrikasi Indocement, semen slag, dan Semen Rajawali. Produk rapi akan membuat panel-panel dinding rumah dan kusen melalui produk rapi, Semen slag merupakan produk yang berbahan baku limbah pabrik baja yang akan diproduksi menjadi semen, sedangkan Semen Rajawali diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin produk bermutu dengan harga terjangkau. Sementara itu, hingga Mei 2017 perseroan telah menyerap belanja modal sebesar 30% dari rencana tahun ini sebesar Rp 1.7 Triliun.
KMTR - Proyeksi kinerja
PT Kirana Megatara (KMTR) menargetkan penjualan karet remah mencapai 500,000 ton tahun ini dari realisasi penjualan 440,000 ton tahun lalu. Manajemen menargetkan perolehan laba bersih tahun ini naik 50%Yoy. Tahun lalu KMTR membukukan pendapatan sebesar Rp 7.69 Triliun dengan laba bersih Rp 204.62 Miliar. KMTR memperoleh dana senilai Rp 527.82 Miliar dari proses IPO dimana 22% diantaranya dialokasikan untuk melunasi pinjaman sindikasi dan sisanya untuk modal kerja. KMTR tercatat memiliki perkebunan karet seluas 3,370 Ha dengan 15 pabrik pengolahan karet. Produksi karet dari kebun milik sendiri hanya berkontribusi 1% terhadap total produksi perusahaan, dimana 99% lainnya berasal dari petani karet di Sumatra dan Kalimantan.