Daily News 14/12
December 14, 2011 No. 156
HRUM - Alokasi belanja modal
PT Harum Energy (HRUM) mengalokasikan dana kas internal senilai US$ 30 Juta untuk belanja modal 2012 yang akan digunakan untuk revitalisasi fasilitas penambangan. Sekitar US$ 17 Juta akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan serta fasilitas penunjang distribusi batubara, US$ 10 Juta untuk pembangunan hauling road, dan sisanya untuk keperluan lain. Manajemen menargetkan produksi batubara mencapai 13.8 juta ton tahun depan dari proyeksi produksi 10 juta ton tahun ini (7.4 juta ton pada 2010 lalu).
JAWA - Alokasi belanja modal
PT JA Watie (JAWA) merencanakan belanja modal senilai Rp 470 Miliar pada tahun 2012 yang akan digunakan untuk menanam dan merawat tanaman karet dan kelapa sawit serta pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit. Sumber pendanaan capex berasal dari hutang bank dan kas internal. Perseroan juga menjajaki akuisisi lahan di Kalimantan dan Sulawesi namun anggarannya masih dalam tahap pengkajian.
KBRI & SGRO - Penjualan hutan industri
Anak perusahaan PT Sampoerna Agro (SGRO), PT Sungai Menang (SM), membeli 100% saham PT Hutan Ketapang Industri (HKI) senilai US$ 7.8 Juta. HKI merupakan anak perusahaan PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI), pemilik 100.11 Ha izin hutan tanaman industri (HTI) di Ketapang, Kalimantan Barat. Izin tersebut berlaku untuk waktu 100 tahun yang dimulai sejak 2007 lalu. Kondisi lahan SM saat ini dalam keadaan kosong dan diperkirakan membutuhkan waktu 7 tahun untuk panen pertama. Dana hasil penjualan saham SM akan dialokasikan KBRI untuk melakukan revitalisasi atas pabrik kertas #1 yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 12 Miliar.
MAPI - Alokasi belanja modal
PT Mitra Adiperkasa (MAPI) menganggarkan belanja modal 2012 mencapai Rp 600 Miliar dengan rencana MAPI akan menambah 350 gerai di tahun 2012 termasuk juga akuisisi 7-8 brand baru fashion dan sepatu. MAPI menutup kebutuhan dana belanja modal dari kas internal.
MDLN - Alokasi belanja modal
PT Moderland Realty (MDLN) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 400 Miliar hingga Rp 500 Miliar yang akan digunakan untuk membangun kondotel, mini office building, dan klaster baru. Sumber pendanaan akan diperoleh dari hutang bank dan kas internal perseroan. Tahun depan perseroan menargetkan marketing sales senilai Rp 1 Triliun naik 122% dari target tahun ini sekitar Rp 450 Miliar.
TINS - Rencana akuisisi tambang batubara
PT Timah (TINS) fokus pada rencana akuisisi tambang batubara setelah mendapatkan komitmen pinjaman sekitar Rp 2 Triliun hingga Rp 3 Triliun dari perbankan lokal dan asing untuk mendanai akuisisi kuasa pertambangan (KP) batubara. TINS menargetkan dapat mengakuisisi KP yang memiliki cadangan batubara sekitar 50 juta ton.