Daily News 15/12

December 15, 2011 No. 157
BORN - Tunda RUPSLB

PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) menunda hingga 10 hari atas pelaksanaan RUPSLB yang awalnya dijadwalkan pada 15 Desember 2011. RUPSLB tersebut mengagendakan persetujuan akuisisi Bumi Plc. senilai US$ 1 Miliar serta rencana buyback atas 707.72 juta lembar saham (4% saham).
BRAU - Target produksi
PT Berau Coal Energy (BRAU) menargetkan produksi batubara mencapai 23 Juta ton tahun depan dari target produksi 20 juta ton tahun ini. Manajemen memperkirakan realisasi harga jual rata-rata tahun depan sedikit lebih rendah dari harga jual rata-rata tahun ini sekitar US$ 81/Ton seiring dengan turunnya harga indeks batubara. Manajemen mengalokasikan dana belanja modal 2012 sekitar US$ 140 Juta hingga US$ 160 Juta yang akan dialokasikan untuk pembangunan hauling road dan dermaga angkutan batubara. BRAU mengalokasikan dana belanja modal sekitar US$ 400 Juta hingga US$ 450 Juta hingga 2013 untuk mencapai target kapasitas produksi 30 juta ton per tahun pada 2014. Produksi batubara BRAU tercatat mencapai 18.5 juta ton pada 11M 2011.
IDKM - Restrukturisasi organisasi
PT Indosiar Karya Media (IDKM) masih dalam tahap pembahasan merestrukturisasi organisasi setelah berganti kepemilikan. Pada tahun depan IDKM bertekad meningkatkan audience share dan menciptakan progam acara in house sendiri ketimbang membeli program untuk menghemat anggaran belanja tahun depan.
MASA - Rencana rights issue
PT Multistrada Arah Sarana (MASA) berencana menerbitkan 3.06 miliar lembar saham baru (33.33% saham) pada harga penawaran Rp 500 per lembar saham dengan rasio rights issue 2:1. PT Sinarmas Sekuritas, PT Central Sole Agency (pihak terafiliasi), PT Buana Capital (pihak terafiliasi), dan PT Equator Capital Partners akan bertindak sebagai standby buyer. Manajemen menargetkan mendapat pernyataan efektif serta persetujuan RUPSLB pada 19 Desember 2011. Apabila disetujui, cum rights ditetapkan pada 27 Desember 2011. Sekitar 26% dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk pengolahan hutan tanaman industri (karet) untuk mengamankan bahan baku, 44% untuk pembelian mesin baru, dan 30% sisanya untuk modal kerja.
MEDC - Rencana divestasi Medco Power
PT Medco Energi International (MEDC) berencana menjual sekitar 51% saham Medco Power senilai US$ 112 Juta kepada konsorsium investor yang dipimpin Saratoga capital. International Finance Corporation, unit usaha World Bank, juga berinvestasi sekitar US$ 25 Juta dalam konsorsium tersebut. Hasil penjualan saham tersebut akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek pembangunan pembangkit listrik baru.
POLY - Dana ekspansi
PT Asia Fibers (POLY) akan mendapatkan dana senilai total US$ 50 Juta dari Damiano Investment. Dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi fiber, pembuatan benang khusus, dan memperbaiki proses produksi. Dari total dana senilai US$ 50 Juta, jumlah yang akan ditarik tahun ini senilai US$ 21 Juta dan sisanya akan ditarik pada 2012 dan 2013. Damiano memiliki 66% saham POLY, Marimutu Sinivasan melalui PT Multikarsa Investama menguasai 6%, dan sisanya dimiliki publik.