Daily News 16/12

December 16, 2011 No. 158
Macroeconomy - Fitch naikkan peringkat hutang 

Fitch Ratings menaikkan peringkat hutang jangka panjang berdenominasi Rupiah dan mata uang asing lainnya menjadi BBB- dari sebelumnya BB+ dengan outlook stabil. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, rasio hutang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas yang baik, serta kebijakan makro yang baik. Fitch memperkirakan pertumbuhan GDP rata-rata per tahun mencapai 6% hingga 2013 kendati kondisi ekonomi global belum kondusif.
IPO - PT Tiphone
PT Tiphone Mobile Indonesia berencana menjual 2.68 miliar lembar saham setara 40.08% total saham dengan harga Rp 250 ? Rp 350 per saham. Dari IPO ini Tiphone mengincar perolehan dana sekitar Rp 700 Miliar hingga Rp 900 Miliar. Sebesar 40% dana IPO digunakan untuk melunasi utang anak usaha Telesindo Shop ke Bank DBS Indonesia, 28% dana IPO untuk perluasan usaha, dan sisanya digunakan untuk modal kerja.
IPO - PT Greenwood Sejahtera
PT Greenwood Sejahtera memutuskan harga saham perdana senilai Rp 250 per lembar saham, lebih rendah dari kisaran harga yang ditetapkan Rp 275 hingga Rp 325 per lembar saham dikarenakan krisis global. Selain itu jumlah saham yang dilepas juga berkurang dalam prospektus perseroan berencana melepas 1.6 miliar saham setara 20.51% sebelumnya Greenwood berencana melepas sekitar 35% saham. Sebelumnya Greenwood menargetkan akan memperoleh dana sekitar Rp 918 Miliar hingga Rp 1.98 Triliun sekarang perseroan hanya bisa memperoleh dana sebesar Rp 400 Miliar.
BBCA & ELSA - Pinjaman sindikasi
PT Bank Central Asia (BBCA) memimpin sindikasi yang memberikan pinjaman kepada PT Elnusa (ELSA) berbentuk kas senilai US$ 122.5 Juta dan non-kas seperti bank garansi senilai Rp 625 Miliar. Pinjaman kas akan digunakan untuk mempercepat pembayaran hutang bank dan obligasi. Pinjaman sindikasi akan dijamin dengan asset perusahaan seniali US$ 200 Juta berupa mesin dan tanah.
BNGA - Rencana emisi obligasi
PT Bank CIMB Niaga (BNGA) telah mendapat pernyataan efektif atas rencana penerbitan obligasi senilai total Rp 1.5 Triliun. Masa penawaran akan berlangsung pada 19-20 Desember dengan tanggal pencatatan pada 27 Desember 2011. Obligasi Seri A senilai Rp 180 Miliar bertenor 3 tahun menawarkan kupon 7.375% sedangkan obligasi Seri B senilai Rp 1.32 Triliun bertenor 5 tahun menawarkan kupon 8.3%. Pefindo member peringkat AAA terhadap rencana emisi obligasi BNGA. Seluruh dana hasil emisi akan dialokasikan untuk ekspansi kredit.
MEDC - Alokasi belanja modal 2012
PT Medco Energi Internasional (MEDC) mengalokasikan belanja modal 2012 senilai US$ 356 Juta yang akan digunakan untuk mempertahankan produksi pada level 57,000 MBOE per hari serta akuisisi cadangan migas. Capex akan bersumber dari hutang bank dan kas internal dengan kompisisi 50:50.
SUGI - Rencana rights issue
PT Sugih Enegry (SUGI) berencana melakukan rights issue dengan target dana perolehan mencapai Rp 3 Triliun pada 1H 2012. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk membiayai akuisisi beberapa blok migas serta mendukung belanja modal. Dengan jumlah saham yang akan dijual mencapai Rp 3 miliar lembar saham baru serta asumsi target perolehan dana Rp 3 Triliun, maka harga rights issue berkisar Rp 1,000 per lembar saham. Manajemen akan mengajukan proposal rights issue kepada Bapepam-LK pada Februari 2012. SUGI berencana melakukan akuisisi 100% saham Eastwin Global Investment Limited dari Roots Capital. Eastwin Global merupakan pemilik 49% working interest dalam blok Lemang PSC. Rencana akuisisi blok Lemang masih dalam tahap due diligence bersamaan dengan rencana akuisisi 2 blok lainnya.