Daily News 19/12

December 19, 2011 No. 159
ADMG - Capex 2012
PT Polychem Indonesia (ADMG) mengalokasikan dana US$ 17,5 juta untuk belanja modal (capex) tahun depan. Sumber pendanaan berasal dari kas internal. Capex akan digunakan untuk menambah produksi pabrik ethylene oxide derivative (EOD) di Banten pada Januari 2012. Pengembangan ini membutuhkan waktu satu tahun dan ditargetkan selesai awal 2013.
ASRI - Capex 2012
PT. Alam Sutera Relaty (ASRI) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp. 3 triliun pada tahun 2012 yang sumber pendanaan nya diambil dari private placement, obligasi global dan hutang bank. Capex tersebut akan digunakan untuk akuisisi lahan di Pasar Kemis senilai Rp. 1 triliun, pembangunan proyek di Serpong Rp. 600 miliar dan sisanya utuk pengembangan proyek di Bali. Private placement akan dilaksanakan pada 1Q 2012 atau sebelum penerbitan obligasi global seniliar US$ 200 juta.
BNBR - Target Pendapatan
PT. Bakrie & Brothers (BNBR) menargetkan pendapatan senilai Rp. 13 triliun pada tahun ini dan petumbuhan sebesar 20%-25% pada tahun 2012. BNBR mengandalkan kenaikan pendapatan PT. Bakrie Energy International yang bergerak di bidang logistik minyak dan gas seperti pengapalan dan pembuatan tangki di Kalimantan Selatan. Pendapatan PT. Bakrie Sumatera Plantations sudah tidak dikonsolidasikan lagi ke dalam laporan keuangan BNBR.
KARK - Capex 2012
PT. Dayaindo Resources International (KARK) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp. 1.25 triliun yang akan digunakan untuk membeli 20 unit kapal tongkang senilai Rp. 800 miliar dan akuisisi cadangan 50 juta ton batubara senilai US$ 50 juta. Sumber pendanaan berasal dari hutang bank sebesar 70%-75% dan sisanya kas internal.
MYOR -Capex 2012
PT Mayora Indah (MYOR) menutup anggaran belanja modal (capex) 2012 melalui pinjaman dan keuntungan hasil usaha. Kegiatan ekspansi tahun depan membutuhkan dana sampai US$ 70 Juta yang akan digunakan untuk memperluas pabrik, menambah mesin produksi serta berbagai sarana infrastruktur. Ekspansi MYOR tahun depan untuk meningkatkan produksi dan mengeluarkan beberapa produk baru lagi ke pasar.
PTIS - Raih Kontrak Baru PT Indo Straits (PTIS) mendapat kontrak baru dari PT Mitra Falag Lestari senilai Rp 6 Miliar. Dalam transaksi tersebut PTIS akan menyediakan alat keruk yang akan dioperasikan di Kalimantan Selatan. Jangka waktu kontrak kerja adalah dua tahun dan akan dimulai pada Desember tahun ini.