Daily News 20/12

December 20, 2011 No. 160
Banking Sector - Delapan Bank Raih Investment Grade

Delapan bank di Indonesia meraih peringkat BBB- (Investment Grade) oleh Fitch Rating menyusul peringkat hutang Negara Indonesia. Delapan bank tersebut adalah: Bank Mandiri (BMRI), BRI (BBRI), BCA (BBCA), BNI (BBNI), Indoexim, BII (BNII), CIMB Niaga (BNGA), OCBC NISP (NISP).
ELSA - Menjual Treasury Stock
PT Elnusa (ELSA) berencana melepas sejumlah saham harta (treasury stock) yang merupakan hasil buyback yang dilakukan antara 13 oktober 2008 hingga 12 januari 2009 dengan jumlah sekitar 99,74 juta saham dan menghabiskan dana Rp 14,73 miliar. ELSA menegaskan tidak ada pembeli siaga dan masih merahasiakan jumlah saham dan harga saham yang akan dijual melalui bursa.
GIAA - Capex 2012
PT Garuda Indonesia (GIAA) membutuhkan belanja modal sekitar Rp 5 Triliun untuk tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk peremajaan dan penambahan armada baru. GIAA akan menggunakan sisa dana hasil IPO untuk memenuhi capex 2012 ditambah dana internal dan pinjaman bank dengan target memperoleh kredit hingga US$ 200 juta.
JSMR - Capex 2012
PT. Jasa Marga (JSMR) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp. 6.5 untuk membangun 5 ruas tol baru yang diperkirakan membutuhkan Rp. 5 triliun dan untuk peningkatan pelayanan senilai Rp. 1.5 triliun. JSMR menargetkan pendapatan mencapai Rp. 5.3-5.5 triliun atau tumbuh 12%-15% dari target tahun ini senilai Rp. 4.8 triliun.
MEDC - Resolusi Komersial Area 47 di Libia
PT Medco Energi International (MEDC) mendapat cost recovery sebesar US$ 374,3 juta melalui anak usahanya Medco International Ventures Limited ? Libia (MIVL). Dana tersebut akan digunakan untuk resolusi komersial. Resolusi komersial ini merupakan tahapan awal pengembangan area 47 di libia yang akan dimulai tahap engineering tahun 2012 dan konstruksi pada tahun 2013. MEDC akan bekerja sama dengan NOC dan mitranya LIA untuk membangun fasilitas produksi berkapasitas 50.000 barel minyak per hari.
SDMU - Target Kinerja
PT. Sidomulyo Selaras (SDMU) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 20%-25% mejadi senilai Rp. 125-130 miliar dari target tahun ini Rp. 100 miliar. Tahun 2012, SDMU berencana membeli 35 unit truk untuk maskimalisasi pengangkutan barang. Dan pada tahun 2013, perseroan akan masuk ke dalam bisnis warehouse produk kimia.