Daily News 21/12

December 21, 2011 No. 161
AKRA - Memberikan Pinjaman kepada GGACP
PT AKR Corporindo (AKRA) memberikan pinjaman ke Guangxi Guigang AKR Container Port Co Ld (GGACP) unit usaha AKRA yang berbasis di China itu mendapatkan kredit sebesar US$ 22,8 juta. Pinjaman yang bertenor 4 tahun dengan bunga sebesar 6% ini diberikan untuk membiayai modal kerja dan pembiayaan proyek GGACP.

BORN - Menunda Akuisisi BUMI
PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) menunda menguasai saham Bumi Plc di tahun ini dikarenakan Standard Chartered Plc menunda pencairan pinjaman senilai US$ 1 miliar. Penundaan bank Standard Chartered Plc dikarenakan BORN belum mendapat persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset sebagai jaminan utang. BORN sebelumnya menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember tertunda dikarenakan Bapepam-LK belum memberi izin dan masih melakukan pemeriksaan transaksi jual beli saham Bumi Plc antara BORN dan PT Bakrie & Brothers (BNBR).

BYAN - Perpanjang Kontrak BUMA

PT Bayan Resources (BYAN) melalui unit usahanya PT Gunung bayan Pratamacoal memperpanjang kontrak kerjasama pertambangan dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). BUMA merupakan unit usaha PT Delta Dunia Makmur (DOID). Kontrak yang berakhir 31 Desember 2017 tersebut berupa pengangkutan overburden sebesar 260 juta bank cubic meters (BCM) dengan kontrak mencapai US$ 640 juta.

LPKR - Target Pendapatan 2012

PT Lippo Karawaci (LPKR) mengincar pendapatan senilai Rp 6 Triliun selama 2012. Target itu lebih tinggi sekitar 45% daripada proyeksi pendapatan sepanjang tahun ini yang berkisar Rp 4,15 triliun. LPKR memperkirakan 50% pendapatan 2012 merupakan recurring income yang berasal dari pendapaan mal, rumah sakit dan manajemen aset sisanya 50% lainnya bersumber dari residensial dan township. LPKR sudah menyiapkan anggaran belanja modal senilai US$ 275 juta untuk tahun depan menanjutkan pembangunan mal dan rumah sakit yang pembangunannya telah dimulai 2011 ini.

PTBA - Pembangunan Pembangkit Listrik

PT Bukit Asam (PTBA) akan membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumatera Selatan. Pembangunan PLTU diharapkan beroperasi tahun 2016. proyek ini merupakan joint venture PTBA dengan China Huadian Corporation (CHD). CHD memiliki 55% saham PLTU sisanya PTBA menguasai 45% saham. Proyek PLTU ini diperkirakan US$ 1,59 miliar.