Daily News 11/01
January 11, 2012 No. 175
Plantation Sector - Rencana perubahan izin perkebunan
Pemerintah berencana melakukan revisi atas Permentan No. 26/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, diantaranya rencana perubahan ketentuan terkait perkebunan plasma. Dalam pasal 11 disebutkan bahwa perusahaan yang memiliki Izin Usaha Perkebunan budi daya (IUP-B) wajib membangun kebun untuk masyarakat sekitar (kebun plasma) minimal 20% dari total luas areal perkebunan yang diusahakan oleh perusahaan. Permentan tersebut belum mengatur mengenai jangka waktu pembangunan kebun plasma. Pemerintah juga mengusulkan bahwa 20% lahan plasma sebaiknya menggunakan areal lahan perusahaan yang telah memiliki hak guna usaha (HGU). Hal tersebut ditentang oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia karena selama ini perkebunan plasma menggunakan lahan diluar HGU.
BNBR & BTEL - Divestasi saham
PT Bakrie & Brothers (BNBR) menjual 4.3 miliar lembar saham PT Bakrie Telecom (BTEL) pada harga Rp 340 per lembar saham. Dengan demikian BNBR mendapat dana Rp 1.46 Triliun atas transaksi tersebut. Transaksi tersebut dilaksanakan pada 31 Desember 2011 lalu dan dilakukan di luar bursa. Dengan demikian saat ini BNBR tercatat memiliki 8.53 miliar lembar saham (29.95% kepemilikan) BTEL. Sebelumnya, pada 30 Desember 2011, BNBR menjual 170.5 juta lembar saham PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) pada harga Rp 330 per lembar senilai total Rp 56.25 Miliar.
RODA - Rencana akuisisi
PT Royal Oak Development (RODA) berencana mengakuisisi tiga sampai lima perusahaan properti di 2012. Nilai akuisisi diperkirakan berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1 Triliun. Rencana akuisisi atas tiga perusahaan dilakukan 1Q 2012. RODA telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp 1 Triliun yang akan digunakan untuk membangun proyek.
ROTI - Target penjualan 2012
PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) memproyeksikan penjualan senilai Rp 960 Miliar tahun ini, naik 20% dibandingkan dengan estimasi penjualan 2011 senilai Rp 800 Miliar. Pertumbuhan penjualan akan didukung oleh dua faktor yaitu selesainya pembangunan pabrik di Jakarta serta rencana pembangunan dua pabrik baru di Sumatera dan Sulawesi. ROTI menyiapkan Rp 150 Miliar hingga Rp 200 Miliar dari belanja modal untuk membangun dua pabrik tersebut.
WINS - Target pendapatan 2012
PT Wintermar Offshore Marine (WINS) menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20% hingga 30% tahun ini seiring dengan banyaknya proyek yang dikerjakan perusahaan serta penambahan kapasitas akibat bertambahnya armada kapal yang mulai beroperasi pada 2011 lalu. Pendapatan 2012 ditargetkan mencapai Rp 1.2 Triliun hingga Rp 1.5 Triliun dari kisaran pendapatan Rp 1 Triliun pada 2011 lalu. WINS berencana membeli 15 unit kapal dalam 2 tahun kedepan dimana 8 unit diantaranya akan direalisasikan tahun ini. Kebutuhan dana pembelian 8 unit kapal sekitar US$ 80 Juta dimana US$ 45 Juta diantaranya akan berasal dari pinjaman kepada International Finance Corporation (IFC).