Daily News 12/01

January 12, 2012 No. 176
AALI - Statistik operasional 2011

PT Astra Agro Lestari (AALI) membukukan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 13.3%Yoy menjadi 4.8 juta ton dengan yield 22.07 ton per Ha pada 2011 lalu dibandingkan dengan 4.23 juta ton dengan yield 20.35 ton per Ha pada 2010. Produksi CPO tercatat naik 13.9%Yoy menjadi 1.27 juta ton dengan extraction rate (ER) 22.58% pada 2011 dibandingkan dengan 1.11 juta ton dengan ER 22.94% pada 2010.
AMRT - Penjualan saham pendiri
Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, pada 3 Januari 2012 PT Sigmantara Alfindo (SA) telah menjual 147.75 juta lembar saham PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) pada harga Rp 4,100 per lembar saham. Sebelumnya, pada 7 Desember 2011, SA telah menjual 343.18 juta lembar saham AMRT pada harga Rp 4,500 per lembar saham.
BBKP - Rencana emisi subdebt
PT Bank Bukopin (BBKP) berencana menerbitkan subdebt senilai Rp 1 Triliun pada 1Q 2012 untuk memperkuat CAR yang pada akhir 2011 berada pada posisi 13%. BBKP juga berencana melaksanakan right issue pada tahun 2013.
MLBI - Proyeksi kinerja 2011
PT Multi Bintang Indonesia (MLBI) memprediksi pertumbuhan pendapatan pada 2011 akan stagnan. Sepanjang 2011 pendapatan perusahaan mencapai kisaran Rp 1.7 Triliun, sama dengan pencapaian pendapatan MLBI pada 2010. Faktor ini dikarenakan kenaikan pajak minuman beralkohol sejak april 2010 sebesar 300%. Tahun ini MLBI menargetkan peningkatan pendapatan hanya 5%. Sekitar 80% penjualan berasal dari merek minuman Bir Bintang.
PWON - Divestasi saham BSL Investments Inc.
BSL Investments Inc. BSL dikabarkan telah menjual sebagian kepemilikan saham PT Pakuwon Jati (PWON) kepada investor global. BSL menjual 880.88 juta lembar saham (7.3% kepemilikan) pada 10 Januari lalu. Standard Chartered Bank bertindak sebagai penasihat keuangan dalam penjualan saham tersebut.
SMGR - Rencana emisi obligasi
PT Semen Gresik (SMGR) berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 360-540 Juta pada 2H 2012 dengan cara Penawaran Umum Berkelanjutan. Dana yang dihasilkan akan digunakan untuk membangun 2 pabrik semen baru di Jawa Tengah dan Sumatera. Selian itu SMGR juga berencana membangun 5 pabrik pengepakan semen di Kalimantan dengan total investasi senilai US$ 500-600 Ribu. SMGR mengalokasikan belanja modal senilai Rp 5.5 Triliun tahun ini dengan komposisi kas internal sebesar 40% dan sisa nya eksternal.