Daily News 24/09
September 24, 2020 No. 1806
Amerika Serikat Wall Street melemah pada akhir perdagangan Rabu (23/9) setelah data aktivitas bisnis AS menunjukkan pelemahan dan kebuntuan di Kongres tentang stimulus fiskal baru meningkatkan kekhawatiran tentang ekonomi, sementara pandemi virus corona tetap tak terkendali. Jason Pride, chief investor officer of private wealth Glenmede mengatakan, perekonomian bergerak flat dengan sekitar 80% aktivitas sebelum pandemi dan tidak akan kembali normal sampai vaksin tersedia. Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral tidak merencanakan perubahan besar pada Program Main Street Lending, sementara mengatakan bahwa Fed dan Kongres perlu bekerja sama untuk meningkatkan pemulihan ekonomi. Data dari IHS Markit menunjukkan kenaikan di pabrik diimbangi oleh perlambatan di sektor jasa yang lebih luas pada bulan September, menunjukkan hilangnya momentum dalam ekonomi pada saat kekhawatiran meningkat tentang potensi lonjakan kasus Covid-19 menuju bulan-bulan yang lebih dingin. Sementara itu, Departemen Kehakiman AS meluncurkan proposal legislatif, yang memerlukan persetujuan kongres, yang berupaya mereformasi kekebalan hukum bagi perusahaan internet dan menindaklanjuti tawaran Presiden Donald Trump dari awal tahun ini untuk menindak raksasa teknologi. (Source: Kontan) China China akan meningkatkan investasi pada industri strategis termasuk sektor teknologi inti seperti 5G, kecerdasan buatan, dan chip, juga akan mempercepat pengembangan bahan baru untuk memastikan rantai pasokan yang stabil untuk pesawat, manufaktur mikroelektronika, dan sektor pertambangan laut dalam. China juga akan mempercepat pengembangan inovasi vaksin, diagnostik, reagen pengujian, dan obat antibodi. Informasi dari Kabinet China mengatakan akan memungkinkan investor asing yang lebih memenuhi syarat untuk melakukan investasi strategis di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di China. China akan meningkatkan hukuman untuk penyimpangan seperti manipulasi pasar dan insider trading, dan meningkatkan transparansi dan kualitas pengungkapan informasi oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar. (Source: Reuters) Jepang Indeks Jepang ditutup sedikit lebih rendah pada Rabu yang didorong oleh kekhawatiran tentang meningkatnya infeksi virus corona dan penundaan stimulus fiskal AS. Sementara itu, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menekankan perlunya menjaga kondisi keuangan yang sangat akomodatif, guna mencapai target stabilitas harga serta merespon COVID-19. PMI Jasa meningkat menjadi 45,6 dari 45,0, sedangkan PMI Manufaktur berada di 47,3, sedikit berubah dari 47,2, menandakan penurunan solid lebih lanjut di sektor ini. Terakhir, indeks semua aktivitas industri Jepang meningkat 1,3% bulan ke bulan pada Juli 2020, mencatat kenaikan bulan kedua berturut-turut dalam aktivitas industri. (Source: Tradingeconomics) Indonesia Penyerapan anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) masih sangat rendah atau baru terealisasi 36,6%. Pemerintah pun melakukan realokasi anggaran agar dana PC-PEN Rp 695,2 triliun bisa terserap 100%. Sekretaris Eksekutif Komite PC-PEN, Raden Pardede menjelaskan, pemerintah menambah alokasi pada sektor yang serapannya tinggi dan memangkas anggaran di sektor yang serapannya rendah. Sektor yang akan ditambah anggarannya yakni sektor perlindungan sosial dan stimulus untuk UMKM. Namun, pemerintah juga ikut memangkas anggaran di tiga sektor yakni di kesehatan, sektoral kementerian/lembaga, dan pembiayaan korporasi. Di mana alokasi dana perlindungan sosial naik dari Rp 203,9 triliun menjadi Rp 242,01 triliun. Sementara anggaran untuk menstimulasi UMKM naik dari Rp 123,46 triliun menjadi Rp 128,05 triliun. Adapun untuk tiga sektor yang anggarannya dipangkas yakni sektor kesehatan dipangkas Rp 3,53 triliun dari Rp 87,55 triliun menjadi Rp84,02 triliun. Lalu, sektoral kementerian/lembaga diturunkan Rp 34,57 triliun dari Rp106,11 triliun menjadi Rp 71,54 triliun. Terakhir, pembiayaan korporasi diturunkan Rp 4,55 triliun dari Rp 53,6 triliun menjadi Rp 49,05 triliun. Selanjutnya, dana yang dipangkas dari tiga program tersebut akan disalurkan pada program perlindungan sosial. Meliputi, program subsidi gaji, subsidi gaji guru honorer, subsidi kuota internet, pernapasan diskon listrik, dan tambahan dana bergulir LPDB. Sebagian, akan dialokasikan untuk bantuan kepada usaha mikro produktif dalam program dukungan kepada UMKM. (Source: CNBC Indonesia)