Daily News 28/09

September 28, 2020 No. 1808
Amerika Serikat
Pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur AS naik 0.4% MoM di bulan Agustus 2020, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 1.5%. Itu adalah perbaikan pesanan selama 4 bulan berturut-turut karena ekonomi yang mulai pulih. Angkutan, mesin, serta komputer dan elektronik memimpin kenaikan yaitu masing-masing sebesar 0.5%, 1.5%, dan 1.2%. Sementara pesanan untuk peralatan listrik, kendaraan bermotor dan barang modal pertahanan menurun dengan masing-masing sebesar -1.5%, -21.7%, dan -3.3%. Pesanan untuk barang modal non-pertahanan yang tidak termasuk pesawat naik 1.8%. (Source: Tradingeconomics)

China
WHO dikabarkan telah mendukung kampanye China untuk memvaksinasi orang-orang dengan kandidat vaksin corona. Menurut Zheng Zhongwei, seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional, China telah meluncurkan program daruratnya pada Juli, setelah disetujui oleh WHO pada akhir Juni lalu. Ratusan ribu pekerja esensial dan kelompok terbatas yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi telah diberi vaksin, meskipun kemanjuran dan keamanannya belum sepenuhnya ditetapkan.
Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan mengatakan bahwa awal bulan ini otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin virus corona adalah solusi sementara. Sementara itu, solusi jangka panjang terletak pada penyelesaian uji coba Tahap 3. Meski demikian, Beijing belum secara terbuka merilis rincian lengkap dari program penggunaan daruratnya. Setidaknya tiga kandidat vaksin, termasuk dua yang dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG) yang didukung negara dan satu dari Sinovac Biotech, semuanya dalam uji coba Tahap 3 di luar negeri, termasuk dalam program penggunaan darurat. Vaksin eksperimental keempat yang dikembangkan oleh CanSino Biologics telah disetujui untuk digunakan di militer China pada bulan Juni. Kapasitas produksi tahunan vaksin COVID-19 China diharapkan mencapai 610 juta dosis pada akhir 2020 dan 1 miliar dosis pada 2021. Di China, harga vaksin akan lebih terjangkau untuk masyarakat umum. (Source: CNBC Indonesia)

Hong Kong
Indeks Hong Kong berakhir lebih rendah pada Jumat (25/09), membukukan penurunan mingguan terbesar dalam enam bulan, mengikuti koreksi global karena meningkatnya kasus virus korona secara global yang menimbulkan kekhawatiran tentang percepatan pemulihan ekonomi. Sub-indeks saham energi melemah 0,1%, sementara sektor IT melemah 1,29%, sektor keuangan berakhir 0,19% lebih rendah dan sektor properti turun 1,04%. Indeks Hang Seng masih dapat melemah dalam jangka pendek. Sektor teknologi cukup membebani pasar, dengan indeks teknologi Hang Seng melemah 6,1% untuk minggu lalu. (Source: Reuters)

Indonesia
Pemerintah terus menggenjot penyaluran bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, hingga saat ini, realisasi penyaluran program PEN di sektor UMKM sudah mencapai 70% dari total anggaran.  Program PEN merupakan strategi pemerintah untuk membantu keberlangsungan dan daya tahan UMKM, termasuk koperasi, dari dampak pandemi Covid-19. Adapun program PEN yang dilaksanakan KemenkopUKM diantaranya Banpres Produktif Usaha Mikro, Subsidi KUR, Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB, dan Subsidi Non KUR. Selain itu, KemenKopUKM juga mendorong pengadaan barang dan jasa pemerintah/BUMN yang mengikutsertakan dan memprioritaskan UMKM. Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan diluncurkannya Pasar Digital (PaDi) UMKM, Bela Pengadaan, dan Laman UKM, yang merupakan platform belanja digital pemerintah maupun BUMN untuk produk-produk UMKM. (Source: Kontan)