Daily News 26/11
November 26, 2020 No. 1848
[Indonesia] - Serahkan DIPA 2021, Jokowi Tekankan Empat Fokus Di Tengah Pandemi Covid-19 Presiden Joko Widodo memberikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian dan Lembaga serta Buku Besar Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2021. Dalam kondisi masih di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jokowi menekankan empat fokus dalam penggunaan anggaran. Diharapkan fokus tersebut akan membantu pemulihan di bidang kesehatan dan ekonomi. Pertama, penanganan kesehatan, ini masih dalam hal penanganan Covid-19. Penanganan kesehatan juga diutamakan untuk persiapan vaksinasi vaksin Covid-19. Antara lain dalam penguatan dan pengembangan sarana dan prasarana kesehatan termasuk laboratorium. Fokus kedua berkaitan dengan pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Tekanan ekonomi akibat Covid-19 berdampak besar bagi masyarakat kurang mampu dan rentan. Ketiga yang menjadi perhatian Jokowi mengenai program pemulihan ekonomi. Pandemi Covid-19 dinilai juga telah memberikan tekanan bagi pelaku usaha. Program pemulihan ekonomi terutama dukungan terhadap UMKM dan dunia usaha. Keempat penggunaan anggaran juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk reformasi struktural. Sehingga menciptakan pondasi yang kuat bagi berbagai sektor. Total alokasi belanja pemerintah pada tahun 2021 sebesar Rp 2.750 triliun naik 0,4% dari tahun 2020. Perinciannya, sebesar Rp 1.035 triliun untuk belanja K/L dan Rp 795,5 triliun anggaran TKDD. Alokasi belanja tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan pemulihan prioritas pembangunan di berbagai bidang. Sejumlah bidang yang mendapatkan jatah besar dalam DIPA 2021 antara lain adalah bidang kesehatan Rp 169,7 triliun, bidang pendidikan Rp 550 triliun, bidang infrastruktur Rp 417,17 triliun, perlindungan sosial Rp 408,8 triliun, ketahanan pangan Rp 99 triliun, serta pembangunan teknologi informasi Rp 26 triliun. (Source: Kontan) [Amerika Serikat] - Komitmen Federal Reserve Federal Reserve berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat untuk mendukung ekonomi AS. Pembuat kebijakan mencatat bahwa aktivitas ekonomi dan lapangan kerja terus pulih tetapi tetap jauh di bawah level mereka pada awal tahun dan bahwa jalur ekonomi akan sangat bergantung pada perkembangan virus. Mengenai program pembelian aset, pejabat The Fed mencatat bahwa bank sentral dapat menyediakan lebih banyak akomodasi, jika sesuai, dengan meningkatkan laju pembelian; atau dengan mengalihkan pembelian perbendaharaannya ke pembelian yang jatuh tempo lebih lama tanpa meningkatkan ukuran pembeliannya; atau dengan melakukan pembelian dengan kecepatan dan komposisi yang sama dalam jangka waktu yang lebih panjang. The Fed saat ini membeli $ 120 miliar Treasury dan sekuritas berbasis mortgage sebulan. The Fed meninggalkan kisaran target untuk suku bunga federal fund tidak berubah di 0-0,25% selama pertemuan November 2020. (Source: Tradingeconomics) [China] - Impor Kedelai China Melonjak Naik Impor kedelai AS oleh China melonjak hampir tiga kali lipat pada bulan Oktober (YoY). China membawa 3,4 juta ton biji minyak dari Amerika Serikat pada Oktober, naik 196,4% dari 1.147 juta ton pada tahun lalu, menurut data dari Administrasi Umum Kepabeanan. Pembelian kedelai China meningkatkan pembelian produk pertanian AS pada awal tahun ini, sebagian untuk memenuhi komitmen yang dibuat dalam kesepakatan dagang pada Januari yang bertujuan meredam perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Pengiriman Oktober naik dari 1,17 juta ton pada September, karena kedelai AS mulai mendominasi pasar pada kuartal keempat. China juga membeli 4.233 juta ton biji Brasil di bulan Oktober, naik 11,6% dari 3.793 juta ton di tahun sebelumnya, karena kargo yang dipesan sebelumnya dengan margin yang baik telah melewati bea cukai. (Source: Reuters) [Korea Selatan] - Business Survey Index Korea Selatan Naik Business Survey Index (BSI) tentang kondisi bisnis di sektor manufaktur Korea Selatan naik menjadi 85 pada November 2020 dari 79 pada Oktober. Itu adalah angka tertinggi sejak April 2012 karena ekonomi terus pulih dari pandemi virus corona. Di sektor non-manufaktur, indeks ini sebesar 73 pada November 2020, naik 4 poin dari bulan sebelumnya, sedangkan prospek bulan berikutnya juga naik 3 poin menjadi 72. (Source: Tradingeconomics)