Daily News 11/02
February 11, 2021 No. 1898
[Indonesia] - PPKM Mikro Jadi Upaya Spesifik Menekan Laju Pertambahan Kasus Covid-19 Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang berbasis skala mikro (PPKM Mikro) yaitu hingga tingkat RT/RW untuk pengendalian Covid-19. PPKM Mikro diterapkan mulai 9-22 Februari 2021 yang berlaku pada 7 Provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, dari analisis PPKM jilid I dan II setelah diterapkan di 98 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali, di pekan keempat mulai terlihat adanya penurunan penularan. Pada akhir pekan ketiga pelaksanaan PPKM, angka kasus aktif ialah 16,24%, lalu di akhir pekan keempat turun menjadi 15,23%. Wiku menambahkan, prinsip PPKM Mikro sebenarnya adalah pembatasan bukan pelarangan. Pembatasannya tersebut dibuat berskala. Dalam penerapannya, PPKM Mikro membatasi kapasitas kegiatan kantor, rumah makan, dan tempat ibadah hingga 50%. Untuk kegiatan sekolah dilakukan secara online. Lalu wilayah Desa atau Kelurahan wajib mendirikan posko yang terdiri dari beberapa unsur masyarakat. Penerapan PPKM Mikro juga menerapkan kebijakan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT, dimana zona hijau ialah tidak ada kasus positif, zona kuning apabila ada 1-5 rumah yang terdapat kasus positif, zona oranye apabila ada 6-10 rumah yang terdapat kasus positif, dan zona merah bila lebih dari 10 rumah yang terdapat kasus positif. (Source: Kontan) [Amerika Serikat] - Wall Street Menghentikan Rally, Dipicu Aksi Jual Saham Perusahaan Teknologi Wall Street menghentikan rally pada akhir perdagangan Rabu (10/2), lantaran terseret saham keuangan dan aksi jual saham-saham teknologi besar yang terus berlanjut. Volume transaksi perdagangan di bursa AS mencapai 18,33 miliar saham. Pergerakan saham mengabaikan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang meyakinkan pasar bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk beberapa waktu demi memacu pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja, tetapi tidak memberikan pandangan baru tentang kebijakan moneter. Jason Pride, kepala investasi Private Wealth di Glenmede di Philadelphia mengatakan, Powell mengulangi sikap Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga di mana mereka berada sampai melihat inflasi yang berkelanjutan. Aksi jual saham Tesla Inc membuat sahamnya turun 5,3% dan saham Amazon.com Inc, Microsoft Corp dan Apple Inc turun kurang dari 1% menarik Nasdaq turun dan membebani S&P 500. Indeks kebijaksanaan konsumen turun 0,9%, sedangkan sektor teknologi informasi turun 0,2%. Sedangkan sektor energi naik 1,8% dan indeks layanan komunikasi naik 0,6%. Data pada hari Rabu menunjukkan harga konsumen AS naik moderat pada bulan Januari tetapi inflasi yang mendasarinya tetap rendah di tengah pandemi yang telah mematahkan pasar tenaga kerja dan industri jasa. (Source: Kontan) [China] - China Berencana Meningkatkan Pembelian Energi Terbarukan Pada Tahun 2030 China akan memaksa perusahaan jaringan regional untuk membeli setidaknya 40% listrik dari sumber bahan bakar non-fosil pada tahun 2030 untuk memenuhi target iklim negara, menurut dokumen pemerintah baru yang diperlihatkan oleh Reuters. Perusahaan jaringan listrik akan terus meningkatkan jumlah daya yang dibeli dari sumber pembangkit bersih dari sebesar 28,2% pada 2020 menjadi 40% pada 2030, menurut rancangan kebijakan dari National Energy Administration (NEA). Presiden Xi Jinping berjanji tahun lalu untuk menjadikan China sebagai "Karbon Netral" pada tahun 2060, dan mengatakan pada bulan Desember akan meningkatkan pangsa pasar untuk bahan bakar non-fosil dalam konsumsi energi primer menjadi sekitar 25% pada tahun 2030 dari komitmen sebelumnya sebesar 20%. (Source: Reuters) [Korea Selatan] - Korea Selatan Setujui Vaksin Covid-19 Dari AstraZeneca Untuk Semua Orang Dewasa Badan keamanan obat Korea Selatan akhirnya menyetujui vaksin untuk virus corona milik AstraZeneca untuk semua orang dewasa, termasuk bagi penduduk yang berusia 65 ke atas. Izin itu keluar di tengah kontroversi kemanjuran dari vaksin AstraZeneca belakangan ini. Rabu (10/2), Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan telah memberikan lampu hijau penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh raksasa farmasi asal Inggris-Swedia dan Universitas Oxford setelah pertemuan tinjauan akhir. Kementerian juga menyetujui dua rejimen dosis penuh AstraZeneca dengan syarat perusahaan farmasi tersebut menyerahkan data lebih lanjut tentang uji klinis fase tiga saat ini pada orang dewasa berusia di atas 18 tahun. Namun, kementerian memperingatkan agar tidak menginokulasi orang berusia 65 atau lebih dengan vaksin tersebut untuk saat ini. Itu dilakukan setelah panel tinjauan terpisah mengatakan sebelumnya bahwa tidak ada cukup data tentang kemanjuran-nya untuk kelompok usia tersebut. (Source: Kontan)