Daily News 18/02

February 18, 2021 No. 1902
[Indonesia] - Cara Indonesia Investment Authority (INA) Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pemerintah telah menetapkan Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi (LPI), Selasa (16/2). Lembaga yang dinamai Indonesia Investment Authority (INA) ini telah menyusun daftar proyek yang akan dibiayai melalui investasi asing atau foreign direct investment (FDI). Direktur Utama INA Ridha DM Wirakusumah mengatakan fokus utama INA di tahun pertama yakni mengerjakan proyek infrastruktur antara lain toll roads, bandara, pelabuhan, hingga infrastruktur di sektor jasa lainnya. Kata Ridha proyek infrastruktur terutama jalan tol punya multiplier effect besar terhadap perekonomian. Sehingga, diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi mulai tahun ini.  Dus, INA bisa ikut mendorong laju ekonomi 2021 sebagaimana target pemerintah di level 5% year on year (yoy). Adapun selain infrastruktur, ke depan INA akan mengembangkan sektor potensial lainnya seperti kesehatan, pariwisata, serta sektor potensial lainnya. Dari sisi permodalan, INA akan mengantongi dana awal sebesar Rp 75 triliun di tahun ini. Angka tersebut terdiri dari Rp 30 triliun cash yang berasal dari penyertaan modal negara (PMN) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 dan APBN Tahun Anggaran 2021. Sisanya, berupa inbreng saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan modal awal tersebut, INA menargetkan FDI yang akan terkumpul sebesar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun dalam satu hingga dua tahun ke depan. Modal asing tersebut masuk dalam dua skema yakni master fund dan thematic fund yang akan dibagi sesuai dengan bidang investasi. (Source: Kontan)

[Amerika Serikat] - Penjualan Ritel AS Melonjak Pada Januari 2021
Penjualan ritel Amerika Serikat melonjak 5,3% (MoM) pada Januari 2021. Ini adalah kenaikan terkuat sejak Juni. Kenaikan terbesar terlihat pada penjualan di toko elektronik dan peralatan (14,7 persen); pengecer non-toko (11 persen); furnitur (12 persen); alat-alat olah raga, hobi, alat musik (8 persen); dan tempat makan dan minum (6,9 persen). Penjualan ritel inti yang tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan layanan makanan yang paling sesuai dengan komponen belanja konsumen produk domestik bruto, melonjak 6 persen, rebound dari penurunan 2,4 persen pada Desember. (Source: Trading Economics)

[China] - Penjualan Ritel China Melonjak Saat Momen Tahun Baru Imlek
Sektor ritel dan katering China menikmati kenaikannya pada pekan liburan Tahun Baru Imlek, dengan pendapatan naik hampir sepertiga dari tahun 2020 berkat pesanan yang kuat dari konsumen. Penjualan oleh perusahaan ritel dan katering utama, termasuk online, mencapai 821 miliar yuan ($ 127 miliar) dari 11-17 Februari, kata Kementerian Perdagangan atau naik 28,7% dari liburan Tahun Baru Imlek pada 2020, ketika virus corona mulai menyebar ke seluruh China, dan naik 4,9% dari tahun 2019. Penjualan peralatan rumah digital naik 29,9% dibandingkan dengan liburan tahun lalu, sementara penjualan pakaian lebih dari dua kali lipat dan peralatan kebugaran di beberapa platform e-niaga naik hampir setengahnya. Namun, kinerja terbaik adalah sektor perhiasan. Memperhatikan Festival Musim Semi tahun ini bertepatan dengan Hari Valentine pada 14 Februari, kementerian mengatakan penjualan perhiasan naik 160,8%, dengan penjualan bunga, produk kecantikan, dan peralatan komunikasi yang ikut meningkat. (Source: Reuters)

[Inggris] - Tingkat Inflasi Tahunan Inggris Naik Tipis
Tingkat inflasi tahunan di Inggris naik tipis menjadi 0,7% pada Januari 2021 dari 0,6% pada Desember, sedikit di atas perkiraan pasar sebesar 0,6%. Furnitur dan barang-barang rumah tangga naik sebesar 12%; restoran dan hotel meningkat 1,1%; dan transportasi memiliki kontribusi kenaikan terbesar yaitu 2,1%. Sementara itu, harga pangan turun lebih lambat sebesar -0.7%. Dalam skala bulanan, harga konsumen turun 0,2%. (Source: Trading Economics)