Daily News 19/02
February 19, 2021 No. 1903
[Indonesia] - Semua Demi Ekonomi NKRI Bank Indonesia (BI) terus mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan moneternya. Mulai dari memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) hingga pelonggaran uang muka bagi kendaraan dan rumah. Untuk suku bunga, pada bulan ini BI menurunkan sebesar 25 BPS menjadi 3,50%. Diikuti dengan penurunan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Selain memangkas suku bunga acuannya, BI juga menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan lainnya yang akan disinergikan dengan kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu. Langkah pertama, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif. Ketiga, pelonggaran uang muka pembelian kendaraan bermotor menjadi 0% atau DP 0% untuk semua jenis kendaraan baru. Ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif. Keempat, selain kendaraan bermotor, BI juga akan melonggarkan aturan Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit sektor properti menjadi 100%. Artinya seluruh kebutuhan dana dalam memperoleh kredit properti terutama rumah ditanggung oleh bank sehingga konsumen tidak perlu membayar uang muka. Untuk DP 0% kendaraan bermotor dan properti ini akan berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021. Langkah kelima, BI akan mempublikasikan "Asesmen Transmisi Suku Bunga Kebijakan Kepada Suku Bunga Dasar Kredit Perbankan" untuk mendukung percepatan transmisi kebijakan moneter serta memperluas diseminasi informasi kepada konsumen baik korporasi maupun individu. Langkah keenam, memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi pada sektor-sektor produktif, sektor pariwisata, serta melakukan sosialisasi penggunaan local currency settlement (LCS), baik di dalam maupun luar negeri, bekerja sama dengan instansi dan stakeholders terkait. Langkah terakhir adalah mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien khususnya UMKM dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi, termasuk Gernas BBI dan Gerakan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI). (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Wall Street Tergelincir, Sektor Teknologi Jadi Pemberat Wall Street ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (18/2) karena investor beralih dari saham teknologi besar. Tekanan bagi bursa saham Amerika Serikat (AS) ini bertambah setelah klaim pengangguran mingguan AS naik di pekan lalu yang menunjukkan pemulihan yang rapuh pada pasar tenaga kerja. Saham Apple Inc, Tesla Inc dan Facebook Inc membebani indeks S&P 500 dan Nasdaq yang berisi saham sektor teknologi. Pada perdagangan tersebut, saham Facebook anjlok 1,5% ke US$ 269,39 karena Wall Street menilai akan ada konsekuensi yang lebih luas dari langkah perusahaan untuk memblokir semua konten berita di Australia. Pergerakan bursa saham jelang akhir pekan ini berbanding terbalik dengan keadaan di awal minggu saar indeks saham AS mencapai rekor tertinggi usai kemajuan dalam peluncuran vaksinasi dan harapan paket stimulus senilai US$ 1,9 triliun. Kekhawatiran atas prospek inflasi yang meningkat telah mendorong investor untuk membukukan keuntungan pada saham dengan valuasi tinggi di sektor teknologi dan layanan komunikasi pada indeks S&P 500, yang telah mendukung kenaikan 76% di indeks S&P 500 sejak posisi terendah Maret 2020. Peter Essele, Head of Portfolio Management Commonwealth Financial Network di Boston mengatakan, ada banyak kegembiraan irasional yang dibangun dalam harga saham menuju tahun ini. Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan, klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian naik menjadi 861.000 minggu lalu dari 848.000 pada pekan sebelumnya, sebagian karena klaim potensial terkait dengan penutupan sementara pabrik mobil karena kekurangan chip semikonduktor global. (Source: Kontan) [China] - PBoC Memperpanjang Jatuh Tempo MLF PBoC memperpanjang jatuh tempo pinjaman fasilitas jangka menengah (MLF) sebesar CNY 200 miliar sambil mempertahankan tingkat suku bunga yang tidak berubah untuk 10 bulan berturut-turut pada 18 Februari 2021. Bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan, dipertahankan tingkat suku bunga stabil di angka 2,95%. PBoC juga menyuntikkan CNY 20 miliar melalui reverse repo dengan tingkat bunga 2,2%, dengan CNY 280 miliar jatuh tempo pada hari yang sama. (Source: Trading Economics) [Australia] - Didorong Stimulus Ekonomi, Angka Pengangguran Di Australia Turun Jumlah pengangguran di Australia menurun pada Januari karena kebijakan stimulus bank sentral di putaran kedua. Hal ini juga didukung anggaran yang keluarkan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi sehingga mendorong perekrutan karyawan baru. Berdasarkan data biro statistik, tingkat pengangguran di Australia turun menjadi 6,4% dari 6,6% pada Desember, dibandingkan perkiraan ekonom 6,5%. Sementara jumlah tenaga kerja naik 29.100 pada Januari 2021. Kenaikan itu didorong oleh pemulihan ekonomi di negara bagian Victoria setelah karantina wilayah tahap kedua. Dari sisi partisipasi mencapai 66,1%, sedikit di bawah perkiraan 66,2%. Di sisi lain, jam kerja bulanan juga menurun 4,9%. Dengan kondisi ini, kata Kepala Statistik Tenaga Kerja di ABS Bjorn Jarvis, lebih banyak orang Australia mengambil cuti dalam dua minggu pertama pada Januari 2021. Sementara jenis pekerjaan paruh waktu melonjak 59.000 dan paruh waktu turun 29.800. Selain itu, jumlah pengangguran turun di semua negara bagian kecuali Australia Selatan. Victoria mencatat lonjakan 1,3% dalam pekerjaan bulanan. (Source: Kontan)