Daily News 26/02

February 26, 2021 No. 1908
[Indonesia] - BI Akan Terbitkan Rupiah Digital
Bank Indonesia (BI) diam-diam sedang menyiapkan penerbitan rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) untuk menyokong digitalisasi ekonomi dan membendung popularitas cryptocurrency. Rencana penerbitan uang digital sendiri ini diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ketika menjawab pertanyaan Founder/Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengenai cryptocurrency dalam diskusi bertajuk CNBC Indonesia Economic Outlook 2021. Perry juga menegaskan bahwa sesuai dengan sesuai Undang-Undang Dasar 1945 hanya ada satu mata uang resmi di Indonesia, yakni rupiah. Informasi saja, CBDC adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral. Uang digital ini digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. Konsep ini berbeda dengan cryptocurrency seperti Bitcoin di mana uang internet ini dihasilkan dari proses penambangan file komputer. Bitcoin bersifat desentralisasi, tidak butuh bank sentral dan bank dalam transaksi karena transaksinya berlangsung secara peer-to-peer dari pengirim ke penerima. (Source: CNBC Indonesia)

[Amerika Serikat] - Klaim Pengangguran Amerika Serikat Mengalami Penurunan
Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di Amerika Serikat turun 111 ribu menjadi 730 ribu dalam pekan yang berakhir 20 Februari 2021, ini merupakan terendah dalam tiga bulan. Itu adalah penurunan mingguan terbesar sejak akhir Agustus di mana California dan Ohio melaporkan penurunan terbesar karena menurunnya infeksi Covid-19 dan laju vaksinasi semakin cepat. Secara non musiman, jumlah klaim turun menjadi 710 ribu, dibandingkan dengan 842 ribu pada minggu sebelumnya. Selain itu, sekitar 451 ribu orang mengajukan permohonan bantuan dari skema Bantuan Pengangguran Pandemi, yang mencakup pekerja yang tidak memenuhi syarat untuk klaim awal. (Source: Trading Economics)

[China] - China Menyetujui Dua Vaksin COVID-19 Domestik Untuk Penggunaan Publik
Regulator produk medis China mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyetujui lagi dua vaksin COVID-19 untuk penggunaan publik, hal ini tentu meningkatkan jumlah vaksin yang diproduksi di dalam negeri yang dapat digunakan di China. Dua vaksin yang baru ini dibuat oleh CanSino Biologics Inc (CanSinoBIO) dan Institut Produk Biologi Wuhan, afiliasi dari China National Pharmaceutical Group (Sinopharm). Mereka bergabung dengan vaksin dari Sinovac Biotech yang disetujui awal bulan ini, dan satu lagi dari unit Sinopharm di Beijing yang disetujui tahun lalu. Sebelum persetujuan formal untuk penggunaan publik yang lebih luas oleh Administrasi Produk Medis Nasional, jutaan dosis dari dua vaksin Sinopharm dan suntikan Sinovac telah diberikan dalam program vaksinasi China. Program tersebut menargetkan kelompok orang tertentu yang menghadapi risiko infeksi yang lebih tinggi. Empat vaksin China yang disetujui dapat disimpan pada suhu freezer normal. Ini tentunya menjadi nilai jual untuk negara-negara kurang makmur yang mungkin mengalami kesulitan dalam menerapkan vaksin dari Pfizer dan Moderna yang memerlukan suhu yang lebih dingin untuk penyimpanan jangka panjang. (Source: Reuters)

[Korea Selatan] - Korea Selatan Mempertahankan Suku Bunga
Bank of Korea mempertahankan suku bunganya atau tidak berubah pada 0,5%. Pemulihan ekonomi Korea diperkirakan akan moderat dan tekanan inflasi di sisi permintaan diperkirakan akan tetap lemah. Ke depan, pertumbuhan PDB tahun ini diproyeksikan menjadi sekitar 3,0% yang dipimpin oleh ekspor dan investasi, sementara inflasi harga konsumen akan berjalan pada level rendah yaitu 1 persen, yang sebagian besar mencerminkan kenaikan harga minyak global dan perbaikan bertahap dalam kegiatan ekonomi. Dewan juga berjanji untuk terus melakukan kebijakan moneter guna mendukung perekonomian dan menstabilkan inflasi harga konsumen pada level sasaran dalam jangka menengah, tentunya juga dengan tetap memperhatikan stabilitas keuangan. (Source: Trading Economics)