Daily News 01/03

March 01, 2021 No. 1909
[Indonesia] - BI Mendukung Pemerintah Untuk Proses Pemulihan Ekonomi Di Tengah Pandemi
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, komitmen bank sentral untuk turut mendukung stimulus fiskal yang digelontorkan oleh pemerintah dalam mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi nasional. Tak hanya itu, Perry mengatakan, BI berupaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, lewat serangkaian kebijakan guna peningkatan akses keuangan bagi UMKM. Kemudian, BI juga menyalurkan bantuan sosial dan beberapa kebijakan sistem pembayaran seperti perluasan akseptasi QRIS dan pengembangan infrastruktur Sistem Pembayaran. Perry pun membeberkan dukungan rencana Financial Stability BOard (FSB) dan lembaga keuangan internasional untuk mengidentifikasi pelajaran yang didapat dari pandemi Covid-19 untuk mengatasi kerentanan di sektor keuangan. Selain bauran kebijakan moneter dan fiskal, Perry juga mengungkapan salah satu kunci dalam pemulihan ekonomi adalah program vaksinasi yang berjalan dengan baik. (Source: Kontan)

[Amerika Serikat] - Kongres AS Setujui RUU Paket Bantuan Corona US$ 1,9 Triliun
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mencetak kemenangan legislatif pertamanya ketika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) paket bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun, Partai Demokrat menghadapi tantangan terhadap harapan mereka untuk menggunakan RUU itu untuk menaikkan upah minimum. Partai Demokrat yang mengontrol Kongres AS menyetujui paket bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun, suara mayoritas partai 219 berbanding 212. Selanjutnya paket tersebut akan dikirimkan ke Senat AS, di mana Partai Demokrat merencanakan manuver legislatif untuk memungkinkan mereka melewatinya tanpa dukungan dari Partai Republik. Rencana penyelamatan ekonomi Amerika ini akan dialokasikan untuk membayar vaksin corona dan persediaan medis, serta untuk bantuan keuangan darurat ke rumah tangga, usaha kecil dan pemerintah negara bagian dan lokal. Item besar dalam paket tersebut antara lain pembayaran langsung atau tunai senilai US$ 1.400 kepada individu AS, tunjangan pengangguran federal senilai US$ 400 per minggu hingga 29 Agustus 2021. Serta bantuan bagi mereka yang kesulitan membayar sewa dan hipotek rumah selama pandemi. Dalam sambutan singkatnya pada Sabtu dari Ruang Roosevelt Gedung Putih, Biden mengatakan, dia menelepon Ketua DPR Nancy Pelosi untuk berterima kasih atas dukungannya dan mendesak Senat AS untuk segera menangani RUU tersebut. Partai Demokrat menyatakan, paket itu diperlukan untuk memerangi pandemi yang telah menewaskan lebih dari 500.000 orang Amerika dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan. Partai Republik, yang secara luas mendukung pengeluaran Covid-19 sebelumnya menyatakan, banyak dari paket saat ini tidak diperlukan, menyoroti elemen-elemen seperti kereta bawah tanah di dekat distrik San Francisco Pelosi. Hanya 9% dari total yang akan langsung memerangi virus corona, kata mereka. (Source: Kontan)

[China] - Pertumbuhan Pabrik China Melambat ke Level Terendah 9 Bulan
PMI Manufaktur China turun menjadi 50,6 pada Februari 2021 dari 51,3 pada bulan sebelumnya. Ini adalah pertumbuhan aktivitas pabrik terlemah sejak Mei 2020, dikarenakan bangkitnya kembali infeksi COVID-19 lokal menjelang festival Tahun Baru Imlek. Output meningkat sedikit dalam setahun sebesar 51,9, pertumbuhan pesanan baru melambat ke level terendah delapan bulan yaitu 51,5, dan tingkat pembelian meningkat sedikit sejak Mei tahun lalu. Di saat yang sama, pesanan ekspor baru turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan yaitu 48,8, sementara ketenagakerjaan mengalami kontraksi selama sepuluh bulan berturut-turut pada tingkat yang lebih curam. Untuk harga, harga input naik sedikit lebih rendah meskipun tetap tinggi yaitu 66,7, dengan harga pabrik naik lebih cepat sebesar 59,5. (Source: Trading Economics)

[Korea Selatan] - Impor Korea Selatan Melonjak
Impor Korea Selatan melonjak 13,9% secara YoY menjadi USD 42,11 miliar pada Februari 2021, yang mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 12,3%. Hal ini terjadi lantaran permintaan domestik membaik karena adanya pemulihan yang lebih lanjut. (Source: Trading Economics)