Daily News 19/03

March 19, 2021 No. 1922
[Indonesia] - BI Tahan Bunga Acuan 3,5%, Masih Terendah Sepanjang Sejarah!
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG edisi Maret 2021 mengatakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2.75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 4.25%. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5%. Seluruh institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus memperkirakan tidak ada perubahan. Sepakat bulat, aklamasi, tidak ada dissenting opinion. Sejak awal tahun lalu, BI sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak 150 basis poin (bps). Kini, suku bunga acuan berada di titik terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka. (Source: CNBC Indonesia)

[Amerika Serikat] - Angka Pengangguran AS Memburuk
Data klaim awal tunjangan pengangguran Amerika Serikat pekan lalu ternyata berbalik dari ekspektasi. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan akan ada 700.000 klaim permulaan pekan lalu, turun dari 712.000 sepekan sebelum itu. Namun faktanya, ada 770.000 penganggur baru. Namun kabar bagus muncul dari rilis data indeks manufaktur Federal Reserve Philadelphia yang menunjukkan angka 51,8, atau jauh melampaui konsensus yang dikompilasi Dow Jones sebesar 22 dan menyentuh level tertingginya sejak 1973. Eric Winograd, ekonom senior AB, sebagaimana dikutip CNBC International mengatakan hasil FOMC sama seperti pandangan pasar bahwa pertumbuhan dan inflasi kemungkinan berbalik menguat karena aktivitas mulai meningkat pada 2021, tapi tak memberikan pandangan bahwa kenaikan aktivitas itu bakal tahan lama. (Source: CNBC Indonesia)

[China] - China Laporkan Kasus Virus Corona Lokal Pertama Sejak 14 Februari
Otoritas kesehatan China pada Kamis (18/3) melaporkan kasus virus corona baru pertama yang ditularkan secara lokal sejak 14 Februari. Kasus ini terdeteksi pada seorang petugas kesehatan di Kota Xi'an. Petugas kesehatan itu bekerja di rumahsakit Xi'an dan bertanggungjawab untuk mengumpulkan sampel dari orang-orang di karantina untuk pengujian virus corona, Komisi Kesehatan Provinsi Shaanxi mengatakan, seperti dilansir Reuters. China sebagian besar telah mengendalikan penyebaran virus corona, meskipun infeksi pada orang yang tiba di negara itu dari luar negeri sering terdeteksi. Negeri tembok raksasa tertutup untuk sebagian besar orang asing sejak Maret tahun lalu. Tetapi, China berencana untuk melonggarkan pembatasan perbatasan untuk mengizinkan sejumlah warga negara asing, termasuk dari Amerika Serikat (AS), India, dan Australia, asalkan mereka telah mendapatkan vaksin virus corona buatan China. (Source: Kontan)

[Korea Selatan] - Harga Saham Perusahaan IPO Di Korsel Terus Melonjak
Saham perusahaan Korea Selatan SK Bioscience Co Ltd meroket 30% pada perdagangan Kamis (18/3). Investor menilai prospek bisnis perusahaan pengembang vaksin Covid-19 ini masih sangat besar. Hasilnya, valuasi SK Bioscience kini telah melonjak menjadi hampir US$ 12 miliar. Melansir Reuters, Kamis (18/3) harga saham di bursa Kospi Seoul dibuka dengan harga 130.000 won per saham, dua kali lipat harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar 65.000 won. Harga saham tersebut secara cepat bergerak menjadi 169.000 won di periode awal perdanganan, membawa valuasi perusahaan naik menembus 12,9 triliun won atau sekitar US$ 11,5 miliar. Kenaikan itu praktis menjadi yang terbesar selama empat tahun terakhir, dan merupakan kinerja pembukaan terbaik di KOSPI sejak pemasok suku cadang kendaraan listrik (Electronic Vehicle/EV) global Myoung Shin Industri melantai di bursa bulan Desember 2020 lalu. Para analis mengatakan, hal ini akan mengangkat pasar IPO di Korea Selatan (Korsel) lebih ramai tahun ini. Permintaan investor yang kuat diperkirakan akan mendorong lebih banyak perusahaan mendaftar di bursa, terutama di sektor-sektor yang mendapat keuntungan dari meningkatnya masalah kesehatan dan kebiasaan tinggal di rumah yang didorong oleh pandemi Covid-19. Pengembang vaksin, di mana SK Chemical memegang 68,4% saham mengumpulkan 1,5 triliun won dalam IPO terbesar Korsel sejak pengembang game seluler Netmarble mengumpulkan 2,7 triliun pada Mei 2017, menurut data Korea Exchange. Ketertarikan investor itu juga dipicu oleh perjanjian kerjasama SK Bioscience untuk memproduksi vaksin Covid-19 dengan AstraZeneca dan Novavax di Korea. Perusahaan juga sudah menerima persetujuan pada bulan November 2020 lalu untuk memulai uji klinis vaksin Covid-19 buatannya. (Source: Kontan)