Daily News 06/07

July 06, 2021 No. 1992
[Indonesia] - Ada PPKM Darurat, Sri Mulyani Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021
Lonjakan kasus Covid-19 mengharuskan pemerintah untuk menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Namun, pengetatan aktivitas masyarakat itu, berdampak domino terhadap pemulihan ekonomi. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi akibat PPKM Darurat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 tumbuh hanya di level 4% year on year (yoy). Prediksi ini lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, yakni sebesar 6,5% yoy. Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi di level 4% yoy tersebut terjadi dengan skenario cukup moderat, yakni apabila Juli 2021 kasus Covid-19 sudah bisa dikendalikan. Kemudian, Agustus 2021 aktivitas masyarakat bisa berjalan normal. Namun, jika pengendalian pandemi berlangsung lebih lama, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terus melandai, Menkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi bisa turun di bawah 4% yoy. (Source: Kontan)

[Amerika Serikat] - Biden Gelar Pesta, AS Deklarasikan Menang Lawan Corona
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan berakhirnya pandemi di Amerika Serikat, Minggu (4/7/2021). Bersamaan dengan Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli, ia merayakan hal itu dalam sebuah pesta di Selatan Gedung Putih yang dihadiri lebih dari 1.000 orang. Meski begitu Biden menambahkan bahwa publik AS harus waspada dan jangan terlena dengan kemenangan ini. Ia menyebut masih ada varian Delta, yang ditemukan pertama kali di India, harus bisa ditangani bersama. AS sendiri menjadi negara yang paling parah dalam melaporkan jumlah infeksi Covid-19. Melansir Worldometers, Senin (5/7/2021) terdapat 34,5 juta infeksi diiringi 621 ribu kematian sejak virus ini masuk ke Negeri Paman Sam. Namun tren terbaru menunjukkan kasus semakin melandai. Sabtu, AS mencatat 8.095 kasus baru dengan 96 kematian. Suasana optimis Biden, tulis South China Morning Post, juga diikuti dengan menurunnya kasus rawat inap, dan kematian corona. Ekonomi AS sendiri kini rebound di mana Jumat, Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan bahwa lebih dari 850.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Juni. Sementara itu di sisi lain pemerintahan Biden masih dianggap masih gagal dalam mencapai targetnya memvaksinasi 70% warga Amerika pada tanggal 4 Juli. Sejauh ini AS baru memberikan setidaknya satu dosis vaksin pada 54,7% penduduk dan 47,1% sudah mendapatkan vaksin dosis penuh. Koordinator respon Covid-19 Biden, Jeff Zients, menyalahkan tingkat vaksinasi yang tertinggal di antara kelompok berusia 18 hingga 26 tahun. Vaksinasi di AS sendiri merupakan sukarela bukan wajib. (Source: CNBC Indonesia)

[China] - Indeks Caixin PMI China Terendah Sejak April 2020
Indeks Caixin PMI China turun menjadi 50,6 pada Juni 2021 dari 53,8 sebulan sebelumnya. Ini adalah angka terendah sejak April 2020, karena kekhawatiran atas situasi epidemi di pusat ekspor Guangdong yang menyebabkan diberlakukannya kembali pembatasan perjalanan, dengan aktivitas di sektor manufaktur dan jasa tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat. Pesanan baru melemah ke level terendah 14-bulan, sementara pekerjaan turun secara fraksional. Sementara itu tekanan inflasi mereda. Inflasi biaya input melemah ke level terendah delapan bulan, sementara harga yang dibebankan naik sedikit. (Source: Trading Economics)

[Singapura] - Penjualan Ritel Singapura Tumbuh dengan Kecepatan Rekor
Penjualan ritel Singapura melonjak ke rekor puncak 79,7% yoy pada Mei 2021, setelah mengalami pertumbuhan 54,0% pada bulan sebelumnya, di tengah efek dasar yang rendah tahun lalu dan karena pemulihan ekonomi dari pandemi yang cepat. Penjualan naik untuk sebagian besar komponen: makanan & alkohol (44,3% vs 33,7% pada April), kendaraan bermotor (4211,2% vs 261,3%), layanan bensin (114,3% vs 1-4%), kosmetik, perlengkapan mandi (34,7% vs 31,9% ), mengenakan pakaian & alas kaki (447,1% vs442,8%); furnitur & rumah tangga (161% vs 64,5%), barang rekreasi (219,7% vs 174,9%), jam tangan & perhiasan (2090% vs 647,2%), komputer & telekomunikasi (68,9% vs 17,6%), barang optik & buku (296,5% vs 102,9%, lainnya (140,1% vs 103,1%), dan department store (513% vs 269,8%). Selain itu, penjualan di supermarket turun jauh lebih sedikit (-12,1% vs -30,3%). Pada basis bulanan, penjualan ritel turun 6,8% setelah jatuh 1,4% di bulan April. (Source: Trading Economics)