Daily News 30/03

March 30, 2022 No. 2156
Indika Energy (INDY) Mendirikan Anak Usaha di Bisnis Sepeda Motor Listrik

PT Indika Energy Tbk (INDY) mendirikan anak perusahaan dengan nama PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI). Perusahaan ini didirikan bersama dengan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yakni PT Indika Energy Infrastructure pada 25 Maret 2022. Pendirian PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI) telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No. 19 tertanggal 25 Maret 2022, dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, SH, M.Kn., Notaris di Bekasi dan telah mendapat pengesahan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik melalui Surat Keputusan No. AHU0021734.AH.01.01.Tahun 2022 tanggal 25 Maret 2022. Terdapat tiga maksud, tujuan, serta kegiatan usaha Solusi Mobilitas Indonesia. Pertama, melakukan kegiatan industri sepeda motor roda dua. Kedua, melakukan perdagangan besar sepeda motor dan suku cadang sepeda motor dan aksesorisnya. Ketiga, melakukan jasa konsultasi manajemen.

============================================================================

Ada 32 Calon Emiten Akan IPO, Potensi Nilai Penggalangan Dana Rp 29,13 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengantongi 32 calon emiten dalam pipeline initial public offering (IPO) per 25 Maret 2022. Perkiraan nilai penggalangan dana dari 32 calon perusahaan tercatat tersebut mencapai Rp 29,13 triliun. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, nilai penggalangan dana tersebut telah memperhitungkan harga saham tertinggi yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah dipublikasikan melalui sistem e-IPO. Berdasarkan situs resminya, saat ini, ada enam perusahaan yang sedang dalam proses IPO elektronik. Keenam perusahaan tersebut adalah unicorn PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) PT WIR ASIA Tbk (WIRG), PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO), PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), PT Murni Sadar Tbk (MTMH), dan PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR). "Antrean perusahaan yang ada di pipeline saham BEI jumlahnya masih meningkat dan diharapkan ke depannya dapat menambah jumlah perusahaan tercatat saham," kata Nyoman, Senin (28/3). 

============================================================================

Penjualan Sawit Naik, SGRO Jadi Raup Laba Rp802 Miliar di 2021

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) hingga akhir 2021 membukukan laba bersih sebesar Rp802,08 miliar, atau membaik dibandingkan tahun 2020 yang masih rugi bersih senilai Rp201,42 miliar. Sehingga mencatatkan laba per saham dasar sebesar Rp441 dari rugi per saham dasar senilai Rp111 pada 2020. Dalam laporan keuangan tahun 2021 emiten perkebunan sawit milik sampoerna grup yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/3) disebutkan perolehan laba tersebut didorong penjualan yang naik 49,11 persen menjadi Rp5,222 triliun. Kenaikan penjualan ditopang dari penjualan produk kelapa sawit sebesar 49,5 persen  menjadi Rp5,04 triliun dan pendapatan lain lain naik 42,5 persen menjadi Rp181,51 miliar. Walau beban pokok penjualan bengkak 35,71 persen menjadi Rp3,553 triliun, tapi laba kotor tetap naik 89,01 persen menjadi Rp1,669 triliun. Sementara itu, aset tumbuh 0,068 persen menjadi Rp9,751 triliun yang ditopang kenaikan saldo laba belum ditentukan penggunaanya sebesar 11,26 persen menjadi Rp3,214 triliun.

============================================================================
 
LPS: Per Februari 2022 Penyaluran Kredit Tumbuh 6,33 Persen

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali melaporkan penyaluran kredit tumbuh 6,33 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari 2022. LPS dalam Laporan Likuiditas Bulanan edisi Maret 2022 menyebutkan, permintaan kredit mengalami perbaikan. Pasalnya, aktivitas korporasi dan rumah tangga telah mengalami peningkatan. “Pada saat yang sama, meningkatnya aktivitas usaha mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) cenderung tumbuh melambat menjadi 11,11 persen yoy pada Februari 2022,” tulis LPS, Selasa (29/3/2022). Secara keseluruhan, LPS menyampaikan, kondisi Likuiditas perbankan terpantau masih longgar yang diindikasikan dari rasio LDR yang berada pada level 77,55 persen, AL/NCD 156,76 persen, dan AL/DPK 32,72 persen menurun dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, LPS memproyeksikan pertumbuhan kredit akan meningkat secara bertahap. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi yang masih berlangsung.

============================================================================

Jadwal Pembayaran Dividen Saham ITMG FASW WOMF Cum Date 1 April, Siapa Layak Dibeli?

Jadwal pembayaran dividen saham sudah diumumkan oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) alias WOM Finance. Jadwal pembayaran dividen saham ITMG, FASW dan WOMF memasuki cum date pekan ini. Dari tiga saham yang akan melakukan pembayaran dividen, siapa yang layak dibeli? Menjelang jadwal cum date pembayaran dividen, harga saham ITMG ditutup melemah pada perdagangan Selasa 29 Maret 2022. Harga saham ITMG ditutup di level 28.975, turun 375 poin atau 1,28% dari sehari sebelumnya. Pada periode yang sama, harga saham FASW ditutup menguat di level 7.250, naik 75 poin atau 1,05%. Sedangkan harga saham WOMF juga naik ke level 250 atau bertambah 6 poin atau 2,46%. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menyatakan, pembayaran dividen saham ITMG memang menarik untuk diburu. Akan tetapi, menurutnya, perlu ada pengaturan keuangan untuk menghindari potensi capital loss, mengingat ITMG sudah mencatatkan kenaikan harga yang cukup tinggi.