Daily News 30/12
December 30, 2022 No. 2271
SUNI Sunindo (SUNI) Tetapkan Harga IPO Rp300 per Saham, Bakal Masuk Sektor Energi Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten energi PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) siap melaksanakan penawaran umum perdana saham atau IPO dengan menetapkan harga penawaran Rp300 per saham. Berdasarkan prospektus perusahaan, SUNI menawarkan sebanyak-banyaknya 600 juta lembar saham baru atau 24 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Dengan harga tersebut, SUNI bisa mengantongi dana sampai Rp180 miliar. SUNI akan melaksanaan penawaran umum pada 2-5 Januari 2023, dan sahamnya akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2023. Adapun, terkait penggunaan dananya, Sunindo akan mengalirkan sebagian besar dana hasil IPO untuk meningkatkan kepemilikan serta melunasi utang anak perusahaan, PT Rainbow Tubulars Manufacture. Sumber: https://market.bisnis.com/read/20221230/192/1613431/sunindo-suni-tetapkan-harga-ipo-rp300-per-saham-bakal-masuk-sektor-energi. =========================================================================== BBRI Pengumuman! BRI Tebar Dividen Rp 8 T, Rp 4 T Untuk Publik! Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp 8,63 triliun. Angka ini setara Rp 57 per saham. Dividen interim merupakan dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham sebelum ditetapkannya penggunaan laba dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Dari total dividen interim tersebut, pemerintah menerima jatah Rp 4,59 triliun. Sedang sebesar Rp 4,04 triliun akan dibagikan kepada investor publik. Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20221230083716-17-401388/pengumuman-bri-tebar-dividen-rp-8-t-rp-4-t-untuk-publik =========================================================================== SDPC Akhir Tahun, Saham Millennium Pharmacon (SDPC) Malah Kena Suspend BEI EmitenNews.com―Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya memberikan peringatan kepada para investor saham untuk berfikir lebih matang dan mengamati segala hal tentang PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) dengan melakukan suspensi sahamnya. Dalam surat pengumuman BEI yang ditandatangani oleh Lidia M. Panjaitan selaku Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Pande Made Kusuma Ari A.Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI. Disebutkan, sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC), dalam rangka cooling down. “Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC), pada perdagangan tanggal 30 Desember 2022,” tulis Surat Itu. Sumber: https://www.emitennews.com/news/akhir-tahun-saham-millennium-pharmacon-sdpc-malah-kena-suspend-bei =========================================================================== Dear Investor! Waktu Perdagangan dan Batas Auto-rejection Akan Dinormalkan Secara Gradual EmitenNews.com―Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan review dan menormalkan kembali waktu perdagangan maupun batas auto-rejection secara bertahap. Pernyataan tersebut seperti disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam pidatonya di acara "Konferensi Pers Akhir Tahun 2022" di Jakarta, Kamis (29/12). Inarno mengaku, sejauh ini OJK sedang melakukan review terkait waktu perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemungkinan bisa kembali normal seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Sumber: https://www.emitennews.com/news/dear-investor-waktu-perdagangan-dan-batas-auto-rejection-akan-dinormalkan-secara-gradual =========================================================================== GOTO Apes, GOTO Bukan Lagi Dekakorn EmitenNews.com―Status PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebagai perusahaan paling bernilai, setidaknya dalam kurun satu tahun ini sejak IPO pertama kalinya, nampaknya tidak berjalan dengan mulus. Pergerakan harga saham GOTO selalu menjadi perhatian para investor domestik sejak resmi go public di Bursa Saham, 11 April 2022, dengan perolehan kucuran dana senilai Rp 13,7 triliun. Namun hanya kurang dari 1 tahun bagi GOTO untuk kehilangan gelar dekakorn sebagai start-up yang memiliki valuasi 10 miliar USD atau sekitar Rp 156 triliun (asumsi kurs Rp 15.665/USD). Pergerakan harga saham GOTO terus menurun 6 bulan terakhir terturut-turut. Tekanan yang terjadi pun membesar setelah periode lock-up berakhir. Memberikan kesempatan bagi para pemegang saham pra-IPO untuk menjual sahamnya. Setelah periode lock-up dibuka, tak ayal harga sahamnya pun terus merosot, Auto Reject Bawah (ARB) selama sepekan di bulan Desember 2022. Hingga tanggal 29 Desember 2022, kapitalisasi pasar GOTO ambruk di angka Rp 114,88 triliun, setelah sempat menyentuh level terendahnya sepanjang masa (all time low) di harga Rp 82 minggu ini. Secara resmi, per 5 Desember 2022, GOTO telah kehilangan status dekakorn. Sejak go public, harga saham GOTO telah turun sedalam 76%, dan jika dihitung dari posisi tertinggi ke terendah, kapitalisasi pasar GOTO telah menyusut hingga 80%. Sumber: https://www.emitennews.com/news/apes-goto-bukan-lagi-dekakorn =========================================================================== ADRO Adaro (ADRO) Buka-bukaan soal Transaksi Bernilai Rp 7,8 Triliun JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyatakan bahwa dua anak usahanya, yakni PT Alam Tri Abadi (ATA) dan Vindoor Investments (Mauritius) Ltd meneken perjanjian pinjaman. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. ATA 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung, sedangkan Vindoor 90% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Adaro. Manajemen Adaro menjelaskan bahwa pada 27 Desember 2022, ATA dan Vindoor telah menandatangani perjanjian pinjaman di mana ATA memberikan pinjaman kepada Vindoor dengan nilai sejumlah US$ 500 juta (sekitar Rp 7,8 triliun). Sumber: https://investor.id/market-and-corporate/317809/adaro-adro-bukabukaan-soal-transaksi-bernilai-rp-78-triliun