Daily News 11 November 2025
-
CPRO
Central Proteina Prima Tbk.
-
PT. Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp426,73 miliar (+24,6% YoY), mendorong EPS dasar naik menjadi Rp7,2 dari Rp5,7. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tumbuh 6,54% menjadi Rp7,33 triliun, sementara beban pokok penjualan naik ke Rp5,84 triliun sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp1,49 triliun (dari Rp1,34 triliun). Di level operasional, beban penjualan naik ke Rp390,15 miliar dan G&A ke Rp401,83 miliar, namun beban operasi lain turun cukup signifikan ke Rp24,06 miliar.
Penghasilan operasi lain memang menyusut ke Rp12,91 miliar, tetapi overall laba usaha masih naik ke Rp688,1 miliar (dari Rp600,03 miliar). Di bawah operasi, penghasilan keuangan sedikit naik, beban keuangan turun ke Rp122,22 miliar, dan rugi selisih kurs atas pinjaman jangka panjang Rp1,19 miliar (vs sebelumnya laba kurs Rp3,6 miliar), sehingga laba periode berjalan tetap meningkat menjadi Rp427,06 miliar.
Dari sisi neraca, ekuitas menguat menjadi Rp3,99 triliun (dari Rp3,56 triliun), sementara defisit akumulasi menyempit ke Rp2,57 triliun (dari Rp3 triliun)―menandakan perbaikan struktur modal secara bertahap. Liabilitas turun tipis ke Rp3,1 triliun dan total aset naik ke Rp7,09 triliun (dari Rp6,7 triliun), mencerminkan kombinasi pertumbuhan bisnis dan penguatan posisi keuangan yang lebih sehat.
https://emitennews.com/news/surplus-25-persen-cpro-mengemas-laba-rp442673-miliar
-
MITI
Mitra Investindo Tbk
-
PT. Mitra Investindo Tbk. (MITI) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada 17 November 2025 dengan menerbitkan hingga 209,79 juta saham Seri B bernominal Rp50 per saham. Jumlah ini setara 5,59% dari total saham disetor perseroan. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp286 per saham sehingga potensi dana segar yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp60 miliar, dengan 12 pemegang saham telah menyatakan minat berpartisipasi.
Dana hasil private placement akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis MITI dan entitas anak yang bergerak di penambangan mineral strategis silika. Alokasi mencakup belanja modal, pembelian aset, penambahan setoran modal kepada anak usaha, pembiayaan proyek hilirisasi mineral silika, serta potensi pemberian pinjaman internal kepada entitas anak dan entitas terafiliasi. Dengan demikian, aksi korporasi ini diarahkan untuk mendorong ekspansi dan penguatan rantai nilai hilir silika.
Pasca pelaksanaan, jumlah saham disetor MITI akan meningkat dari 3,54 miliar menjadi 3,75 miliar saham, sehingga modal disetor penuh naik dari Rp231,04 miliar menjadi Rp241,52 miliar. Jadwal PMTHMETD meliputi: pengumuman rencana (10 November 2025), pembayaran setoran saham (13 November 2025), penerbitan dan distribusi saham (14 November 2025), pencatatan saham di bursa (17 November 2025), dan pengumuman hasil pelaksanaan pada 19 November 2025.
https://emitennews.com/news/miti-ungkap-aksi-baru
-
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk.
-
PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp1,41 triliun (+76,25% YoY), mengangkat laba per saham dasar ke Rp92 dari Rp52. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan melonjak 32,85% menjadi Rp14,92 triliun (dari Rp11,23 triliun), mendorong laba kotor naik ke Rp3,63 triliun (dari Rp2,87 triliun) meski beban pokok penjualan ikut bengkak ke Rp11,28 triliun. Di level operasional, rugi perubahan nilai wajar aset biologis tercatat Rp58,27 miliar (berbalik dari laba Rp166,87 miliar), sementara beban penjualan & distribusi naik ke Rp368,37 miliar dan G&A justru turun ke Rp535,43 miliar.
Penghasilan operasi lain meningkat ke Rp182,08 miliar, sehingga laba usaha terdongkrak signifikan menjadi Rp2,74 triliun (dari Rp1,85 triliun). Di bawah operasi, penghasilan keuangan naik ke Rp218,04 miliar, beban keuangan sedikit meningkat ke Rp432,33 miliar, dan beban pajak penghasilan naik ke Rp625,26 miliar, namun secara keseluruhan tetap mendukung lonjakan laba bersih.
Dari sisi neraca, total aset naik menjadi Rp39,05 triliun (dari Rp37,24 triliun akhir 2024), ekuitas menguat ke Rp25,72 triliun (dari Rp23,98 triliun), sementara liabilitas relatif stabil di Rp13,33 triliun (sedikit naik dari Rp13,26 triliun). Kombinasi pertumbuhan top line yang kuat, efisiensi biaya umum, dan kinerja operasional yang lebih solid menjadi motor utama peningkatan profitabilitas SIMP di 2025.
https://emitennews.com/news/melejit-76-persen-grup-salim-simp-tabulasi-laba-rp141-triliun
-
SMMT
Golden Eagle Energy Tbk.
-
PT. Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) membukukan laba bersih 9M25 sebesar USD3,89 juta (+106,91% YoY), dengan laba per saham naik ke USD0,0012 dari USD0,0006. Kinerja bottom line tersebut ditopang lonjakan penjualan hingga USD90,46 juta (+241,74% YoY), meski beban pokok penjualan ikut bengkak ke USD83,8 juta. Laba kotor tetap melesat menjadi USD6,66 juta dari USD1,96 juta, mencerminkan volume/realization yang jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Di bawah operasi, berbagai pos non-operasional memberikan kontribusi campuran: bagian laba entitas asosiasi menyusut ke USD522,36 ribu (dari USD1,78 juta), namun ada tambahan laba penjualan aset tetap USD190,78 ribu serta laba selisih kurs yang berbalik positif menjadi USD1,23 juta (dari rugi USD259,76 ribu). Di sisi lain, beban bunga meningkat signifikan ke USD358,75 ribu dan beban umum, administrasi, dan penjualan naik ke USD2,74 juta.
Secara keseluruhan, laba sebelum pajak naik ke USD5,56 juta (dari USD2,04 juta) dan laba periode berjalan meningkat menjadi USD4,36 juta (dari USD1,97 juta). Dari neraca, aset naik menjadi USD87,89 juta (dari USD84,1 juta akhir 2024), namun komposisinya bergeser: ekuitas turun tajam ke USD32,86 juta (dari USD56,65 juta), sementara liabilitas melonjak ke USD55,03 juta (dari USD27,45 juta).
Artinya, pertumbuhan laba dan penjualan berjalan beriringan dengan kenaikan leverage, sehingga ke depan investor perlu memantau kemampuan SMMT menjaga arus kas dan struktur permodalan agar momentum kinerja tetap berkelanjutan.
https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-smmt-melonjak-10691-persen