Daily News 02 February 2026

February 02, 2026 No. 2979

BBHI

Allo Bank Indonesia Tbk.

Emiten bank digital PT. Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) kembali melanjutkan aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan sisa dana sebesar Rp60,65 miliar di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi. Plt. Direktur Utama BBHI, Ari Yanuanto Asah yang terbit Kamis (29/1/2026) menyebutkan bahwa buyback lanjutan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah berjalan sejak 30 Oktober 2025 hingga 29 Januari 2026. 

Periode buyback terbaru dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 30 Januari hingga 29 April 2026. Ari Yanuanto menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga saham agar tetap mencerminkan kinerja serta fundamental Perseroan.

https://emitennews.com/news/allo-bank-bbhi-siapkan-rp6065-miliar-lanjutkan-buyback-saham

HEAL

Medikaloka Hermina Tbk.

Emiten pengelola jaringan rumah sakit grup Astra, PT. Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) resmi menyiapkan dana hingga Rp200 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah volatilitas pasar saham domestik. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Jumat (30/1/2026), manajemen HEAL menyebutkan bahwa aksi buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 30 Januari hingga 30 April 2026.

Perseroan menargetkan pembelian kembali maksimal 125 juta lembar saham dengan batas harga tertinggi Rp1.800 per saham. Direktur HEAL Yulisar Khiat dikutip Minggu (1/2/2026) menjelaskan bahwa langkah buyback ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental jangka panjang HEAL.

https://emitennews.com/news/emiten-rs-grup-astra-heal-siapkan-rp200-miliar-buyback-saham

INPP

Indonesian Paradise Property Tbk.

PT. Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) terus memperkuat ketahanan kinerja melalui transformasi portofolio sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang. Emiten properti yang dikenal lewat aset-aset ikonik ini membidik porsi recurring income hingga 75 persen dari total pendapatan konsolidasi pada 2026. Strategi tersebut dijalankan dengan membangun struktur pendapatan yang lebih resilien, ditopang aset penghasil pendapatan di segmen perhotelan dan komersial.

Komposisi ini dinilai mampu meningkatkan visibilitas arus kas sekaligus menjaga stabilitas kinerja keuangan Perseroan. CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo menegaskan, penguatan recurring income menjadi fokus utama Perseroan. “Paradise Indonesia terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70 persen, seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten.

Kami tidak hanya berperan sebagai pemilik properti, tetapi juga sebagai pengembang yang menciptakan experience value dari properti ikonik kami,” ujarnya dalam Business Outlook 2026 di Jakarta, 30 Januari 2026.

https://emitennews.com/news/inpp-pacu-recurring-income-capai-75-persen-dari-pendapatan-2026

PACK

Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.

Emiten holding PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) merealisasikan transaksi material dengan menyalurkan pinjaman dan setoran modal bernilai jumbo kepada dua entitas anak usahanya. Total dana yang dikucurkan Perseroan menembus USD118,14 juta, seiring pemanfaatan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I, atau dikenal juga istilah Rights Issue.

Dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (1/2/2026), Direktur Utama PACK, Magdalena Veronika menyampaikan bahwa dana tersebut disalurkan kepada PT. Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT. Sumber Cahaya Raya (SCR). Dana digunakan untuk membiayai pembelian saham PT. Konutara Sejati dan PT. Karyatama Konawe Utara oleh masing-masing entitas anak.

https://emitennews.com/news/pack-suntik-pinjaman-jumbo-dua-anak-usaha-nilainya-tembus-usd118-juta