Daily News 10 August 2026
-
KLBF
Kalbe Farma Tbk
-
Emiten farmasi, PT. Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mengemas penjualan neto Rp19,47 triiun, meningkat 14,06% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,07 triliun. Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan ikut naik 20,75% dari Rp10,07 triliun menjadi Rp12,16 triliun di semester pertama tahun 2026. Di samping itu, beban penjualan serta beban umum dan administrasi hingga beban operasi lainnya turut meningkat.
Alhasil, laba sebelum pajak tercatat turun 3,07% dari Rp2,61 triliun menjadi Rp2,53 triliun di paruh pertama tahun 2026. Setelah dihitung dengan beban pajak penghasilan, laba periode berjalan yang dibukukan turun tipis 2,48% menjadi Rp1,97 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp2,02 triliun.
https://emitennews.com/news/penjualan-kalbe-farma-klbf-tembus-rp194t-laba-turun-tipis
-
PGEO
Pertamina Geothermal Energy Tbk.
-
PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mempertegas strategi untuk mencapai kapasitas terpasang 1 Giga Watt (GW). Perseroan akan fokus pada pengembangan proyek prioritas sebagai akselerator pertumbuhan. Hal tersebut disampaikan PGEO dalam Resume Q&A Investor Meeting and Connectivity 2026 yang digelar di Surabaya, 05 Agustus 2026.
"Dalam rangka pengembangan kapasitas menuju 1 GW, PGEO fokus kepada pengembangan priority project seperti proyek-proyek Co generation dan Hululais unit 1 dan 2", tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
https://emitennews.com/news/targetkan-1-giga-watt-pertamina-geothermal-pgeo-beberkan-aksi-baru
-
SIDO
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
-
PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengemas penurunan penjualan 19,78% menjadi Rp1,46 triliun dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp1,82 triliun. Meski beban pokok penjualan tercatat turun 7,88% dari Rp787 miliar, menjadi Rp725 miliar, emiten yang dikenal juga dengan brand Tolak Angin itu, membukukan penurunan laba bruto menjadi Rp740 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun.
Laba usaha turun 43,43% dari Rp746 miliar menjadi Rp422 miliar, dan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk anjlok 44,50% dari Rp600 miliar menjadi Rp333 miliar di paruh pertama tahun 2026.
https://emitennews.com/news/penjualan-susut-laba-bersih-sido-turun-44-persen-di-semester-i-2026
-
TLKM
Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
-
Pasca penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 secara efektif berlaku sejak Januari 2026, Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) operating company PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), terus memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale netral, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Seiring transformasi itu, InfraNexia terus mencatat pertumbuhan bisnis positif, memperluas kolaborasi dengan pelanggan eksternal, terus meningkatkan operational excellence melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan eksekusi model operasi makin efektif.
Capaian telah dibangun pada tahap pertama tersebut menjadi landasan kuat bagi Telkom untuk melanjutkan perjalanan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun. Pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup,dan selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN.
Melalui langkah itu, Telkom berupaya mempertajam fokus pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih lincah dalam menangkap peluang pasar, memperluas kolaborasi, dan menciptakan nilai jangka panjang. Di sisi lain, TelkomGroup juga mendorong akselerasi strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, seperti data center, tower, dan jaringan fiber, sehingga mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan ke depan.
https://emitennews.com/news/tlkm-tuntaskan-spin-off-infraco-infranexia-pilar-utama-connectivity