Daily News 11 August 2026

August 11, 2026 No. 3100

BUMI

Bumi Resources Tbk

PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) makin serius mendorong hilirisasi batu bara sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui pengembangan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol berkapasitas 2 juta ton per tahun di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Proyek Strategis Nasional Coal-to-Methanol itu dikembangkan melalui PT. Bumi Etam Chemical (BEC), usaha patungan PT. Arutmin Indonesia, dan PT. Kaltim Prima Coal (KPC).

BEC bersama PT. Istana Karang Laut, dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. telah meneken kontrak Front-End Engineering Design (FEED) serta Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning Framework Agreement. Proyek masuk tahap FEED menjadi milestone penting karena menandai dimulainya proses rekayasa dasar akan menjadi acuan pengembangan fasilitas.

Sementara itu, kerangka EPCC menjadi landasan untuk tahapan berikutnya mencakup pengadaan, konstruksi hingga commissioning fasilitas produksi metanol. Fasilitas tersebut akan dikembangkan di Bengalon Coal Industrial Park, Kutai Timur. Melalui gasifikasi, batu bara yang selama ini dipasarkan sebagai sumber energi akan dikonversi menjadi metanol yang dapat digunakan oleh industri petrokimia, manufaktur, energi, dan berbagai industri turunannya.

https://emitennews.com/news/masuk-tahap-feed-proyek-metanol-babak-baru-hilirisasi-bumi

DEWA

Darma Henwa Tbk

PT. Darma Henwa Tbk. (DEWA) emiten jasa pertambangan milik Grup Bakrie ini menutup semester I 2026 dengan catatan lonjakan laba bersih, meski pertumbuhan laba inti masih terbatas. Pendapatan perseroan tercatat Rp3,20 triliun, tumbuh 3,23% dibanding periode sama tahun lalu Rp3,10 triliun. Efisiensi juga terlihat dari beban pokok yang susut 0,77% menjadi Rp2,59 triliun. Hasilnya, laba bruto terangkat 23,46% ke Rp612,16 miliar.

Kenaikan paling tajam ada di laba sebelum pajak yang mencapai Rp464,09 miliar, atau melonjak 88,32% secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk pun menembus Rp354,28 miliar, naik 88,93% dari Rp187,44 miliar pada H1-2025.

https://emitennews.com/news/medio-2026-grup-bakrie-dewa-kemas-laba-rp35428m-naik-8893-persen

EXCL

XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.

PT. XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mengumumkan pelaksanaan pembayaran kupon obligasi serta ijarah fee sukuk untuk periode ke-30 yang jatuh tempo pada hari ini, Senin (10/08/2026). Total alokasi dana yang disalurkan emiten telekomunikasi itu, kepada para pemegang efek untuk kedua instrumen keuangan tersebut mencapai Rp3,076 miliar.

Demikian berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Corporate Secretary XLSMART, Susan Masniari, seperti dikutip Senin (10/08/2026). Porsi pembayaran terbesar dialokasikan untuk Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri D. Untuk instrumen ini, perusahaan menyetor nilai nominal kupon ke-30 sebesar Rp2,404 miliar dengan tingkat bunga sebesar 10,34% per tahun.

https://emitennews.com/news/xlsmart-excl-bayar-kupon-obligasi-dan-sukuk-ijarah-total-rp307m

RAJA

Rukun Raharja Tbk

Jumlah kepemilikan saham Pemerintah Norwegia melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) di emiten PT. Rukun Raharja Tbk. (RAJA) naik. Di emiten Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro yang merupakan suami dari Ketua DPR RI Puan Maharani ini, saham Pemerintah Norwegia naik dari jumlahnya di bulan Juni sebanyak 111.521.044 setara dengan 2,757 persen menjadi 591.493.720 atau 2,799 persen di bulan Juli 2026.

Kenaikan jumlah lembar saham tersebut lebih disebabkan RAJA melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Saham dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan di pasar reguler dan negosiasi pada 16 Juli 2026.

https://emitennews.com/news/saham-pemerintah-norwegia-di-emiten-hapsoro-raja-naik-ini-angkanya