Daily News 06/08

August 06, 2012 No. 318
BTEL - Rencana pelunasan utang

PT Bakrie Telecom (BTEL) akan melunasi utang obligasi senilai Rp 650 Miliar yang diterbitkan pada 2007 lalu dan akan jatuh tempo pada 4 September 2012. Manajemen telah mendapat komitmen pinjaman senilai US$ 50 Juta dari Credit Suisse (Singapura) dengan tenor 18 bulan dan tingkat bunga 11.5%. pinjaman tersebut akan dikombinasikan dengan dana hasil non-preemprive rights senilai Rp 150 Miliar.
CNKO - Rencana rights issue
PT Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) berencana menerbitkan 5.4 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per lembar. Setiap pemegang 100 lembar saham lama berhak untuk membeli 127 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 500 per lembar. Dengan demikian maka target perolehan dana mencapai Rp 2.7 Triliun, dimana Rp 2.3 Triliun diantaranya akan digunakan untuk akuisisi 99.97% saham EBI dan sisanya untuk modal kerja. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 27 September 2012, apabila disetujui, cum date ditetapkan pada 4 Oktober 2012. Transaksi akuisisi EBI merupakan transaksi material dan memiliki hubungan afiliasi karena saat ini 99.5% EBI dimiliki oleh Andri Cahyadi (Komisaris Utama CNKO) dan 0.5% dimiliki oleh Henri Setiadi (Wakil Direktur Utama CNKO).
ELTY - Divestasi anak usaha
PT Bakrieland Development (ELTY) memastikan rencana melepas kepemilikannya pada PT Bakrie Toll Road. Tujuan divestasi Bakrie Toll Road untuk meningkatkan kinerja ELTY dikarenakan Bakrie Toll Road menanggung rugi hingga Rp 34.58 Miliar pada 1H 2012. Rencana divestasi akan dilakukan antara 3Q 2012 atau 4Q 2012. ELTY ingin menjual Bakrie Toll Road minimal Rp 1.3 Triliun setara dengan ekuitas perusahaan. Dana penjualan aset tersebut sebagian akan digunakan ELTY untuk melunasi utang Bakrie Toll Road sebesar Rp 1.8 Triliun.
TLKM - Buyback saham
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) telah menggunakan dana Rp 3.5 Triliun untuk buyback saham dan akan melanjutkan aksi buyback pada 2H 2012. Hingga saat ini realisasi buyback sudah 70% dari total dana yang ditargetkan. TLKM mengalokasikan dana sekitar Rp 5 Triliun untuk program buyback. Dana tersebut digunakan untuk membeli sekitar 645.16 juta atau 3.2% saham seri B pada harga rata-rata Rp 7,200 per saham. TLKM ingin program buyback saham dapat membantu meningkatkan harga saham TLKM.