Daily News 07/08
August 07, 2012 No. 319
BBCA - Jual Treasury Stock
PT Bank Central Asia (BBCA) menjual treasury stock sebanyak 90.9 juta dengan harga Rp 7,700 per saham melalui skema private placement sehingga bank tersebut meraih dan senilai Rp 699 Miliar.
BWPT - Kenaikan pinjaman turunkan rating
PT BW Plantation (BWPT) telah mencairkan pinjaman senilai Rp 600 Miliar atas komitmen pinjaman Rp 800 Miliar yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada 1H 2012, sehingga meningkatkan rasio debt-to-equity dari 1.51x pada akhir 2011 menjadi 1.77x pada akhir Juni lalu. Kenaikan rasio utang membuat Pefindo menurunkan peringkat obligasi perusahaan dari idA menjadi idA- dengan outlook stabil. Dana pinjaman tersebut dialokasikan untuk penanaman baru seluas 1,000 Ha, perawatan atas areal tanaman menghasilkan seluas 30,000 Ha, serta pembangunan pabrik CPO di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 30 ton per jam.
EXCL - Refinancing utang
PT XL Axiata (EXCL) telah mendapat komitmen pinjaman senilai Rp 2.5 Triliun dari PT Bank Mandiri (BMRI) berjangka waktu 5 tahun. Manajemen akan mengalokasikan 75% dana pinjaman tersebut untuk refinancing utang yang akan jatuh tempo pada akhir tahun ini dan sisanya untuk mendukung belanja modal. EXCL mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 7-8 Triliun tahun ini dimana EXCL telah merealisasikan Rp 5.2 Triliun pada 1H 2012.
MEDC - Akuisisi blok minyak
PT Medco Energi Internasional (MEDC) melalui anak usahanya, Medco Yemen Malik Ltd., mengakuisisi 21.25% kepemilikan atas Blok 9 (Malik) di Yaman. Manajemen MEDC mengungkapkan untuk merealisasikan akuisisi tersebut MEDC mengeluarkan kas perusahaan senilai US$ 90 Juta. Jika produksi minyak di blok tersebut mencapai 10,000 barel per hari, maka MEDC harus menambah US$ 5 Juta. Aksi akuisisi tersebut diperkirakan dapat berkontribusi pada pendapatan MEDC tahun ini.
SSIA - Revisi target laba bersih 2012
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) merevisi target laba bersih 2012 menjadi Rp 650 Miliar lebih tinggi dari target sebelumnya senilai Rp 550 Miliar. SSIA melakukan revisi dikarenakan laba bersih pada 1H 2012 meningkat 180.5%Yoy menjadi Rp 372 Miliar. Pencapaian laba di 1H 2012 setara 67% target selama 2012. Kenaikan laba bersih SSIA didukung kenaikan pendapatan usaha sebesar 14.6%Y0y menjadi Rp 1.76 Triliun. Penjualan kawasan industri berkontribusi paling besar dengan Rp 558.4 Miliar atau 32% total pendapatan.