Daily News 18/12
December 18, 2012 No. 407
ANTM - Optimasi pabrik Pomalaa
PT Aneka Tambang (ANTM) berencana membangun PLTU sebagai bagian dari proyek optimasi pabrik feronikel di Pomalaa. ANTM telah menandatangani kontrak EPC senilai US$ 145 Juta untuk membangun PLTU berkapasitas 2x30 MW yang akan dibangun oleh Sumitomo Corp. Dengan menggunakan batubara, diharapkan biaya energi pabrik Feronikel I, II, dan III turun sekitar 15% hingga 20%.
APLN - Marketing sales
PT Agung Podomoro Land (APLN) mencatat marketing sales senilai Rp 5.57 Triliun sampai November 2012 sehingga telah melewati target marketing sales tahun 2012 senilai Rp 5.5 Triliun. The Green Bay suprblok memberikan kontribusi terbesar yaitu Rp 2.11 Triliun, kemudian disusul secara berturut-turut Podomoro City, Parahyangan Residence dan Grand Taruma dengan nilai masing-masing Rp 1.44 Triliun, Rp 668 Miliar dan Rp 389 Miliar.
BLTA - RUPO tidak kuorum
RUPO PT Berlian Laju Tanker (BLTA) tidak mencapai kuorum karena hanya dihadiri oleh 41.4% pemegang obligasi BLT III/2007 senilai total Rp 700 Miliar. Hasil RUPO diharapkan dapat memberi wewenang kepada wali amanat untuk melakukan voting pada proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Voting tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Desember yang akan memutuskan pailit atau restrukturisasi. Dengan tidak kuorumnya RUPO maka rapat diundur hingga 20 Desember. Apabila tidak kuorum juga maka bondholder akan dinyatakan abstain pada voting 21 Desember.
DSSA - Rencana menjual obligasi FREN
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tidak akan mengambil opsi konversi obligasi PT Smartfren Telecom (FREN). Saat ini DSSA memiliki obligasi wajib konversi (OWK) FREN senilai total Rp 1 Triliun yang akan jatuh tempo 10 Januari 2016 dengan kupon 6% per tahun. DSSA akan menjual obligasi FREN kepada pihak lain dikarenakan membutuhkan dana. DSSA akan mengalokasikan dananya untuk proyek pembangkit listrik. Sekarang DSSA sedang fokus pada bisnis pembangkit listrik dan tengah mengincar proyek mulut tambang di Sumatera Selatan 9 dan 10 dengan total kapasitas 1,800 MW.
VOKS - Kontrak fiber optik dan capex 2013
PT Voksel Electrik (VOKS) meraih kontrak fiber optik milik PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) pada tahun depan. Dari proyek ini, VOKS akan menjual fiber optik ke TLKM dengan nilai Rp 280 Miliar. Selain itu, VOKS akan bertindak sebagai vendor untuk penggantian kabel tembaga yang dilakukan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) dan PT LEN Industri. VOKS juga berpartisipasi terhadap proyek Dephub dan Telkomsel untuk penyambungan GPS menggunakan fiber optik. Manajemen VOKS yakin akan proyek fiber optik dikarenakan kebutuhan data masih sangat besar. Tahun depan, VOKS menganggarkan belanja modal sebesar Rp 40 Miliar yang akan diperoleh dari kas internal. Sekitar 50% belanja modal digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi power cable dan sisanya untuk peningkatan fiber optik dan bangunan.