Daily News 04/07
July 04, 2011 No. 44
ASIA - Rencana kuasi reorganisasi
PT Asia Natural Resources (ASIA) berencana melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo defisit senilai Rp 340.27 Miliar. Kuasi reorganisasi akan menggunakan neraca keuangan per Juni 2011 dan ditargetkan selesai tahun ini. ASIA berencana menjual salah satu anak perusahaan, PT Tekonindo, dan tengah menunggu hasil valuasi dari penilai independen.
BYAN - Penjualan saham anak perusahaan
PT Bayan Resources (BYAN) menjual seluruh kepemilikan saham atas anak perusahaan, PT Kaltim OTR Tyres (KOT), kepada PT Sejahtera Usaha Sukses. Sejak didirikan pada tahun 2006 lalu, KOT belum juga beroperasi sehingga mengakibatkan depresiasi asset serta kerugian kepada induk perusahaan.
KBLV - Penjualan Link Net
PT First Media (KBLV) menjual 49% saham anak perusahaan, PT Link Net, kepada Grup CVC senilai Rp 2.35 Triliun. Dengan demikian, pasca penjualan saham tersebut, KBLV masih memiliki 51% saham Link Net dan sisanya dimiliki oleh CVC Capital Partners Asia Pacific III Paralel-A, L.P.
KRAS - Pinjaman CIC
PT Krakatau Steel (KRAS) mendapat komitmen pinjaman senilai US$ 500 hingga US$ 600 Juta dari China Investment Corporation (CIC). Pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk mendukung rencana KRAS membangun blast furnace tahun ini yang diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp 5.92 Triliun. Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 1.2 juta ton per tahun dan akan mulai dibangun pada 3Q 2011 dan ditargetkan selesai pada 2014. Dengan beroperasinya pabrik tersebut, KRAS dapat menekan biaya produksi baja, mengurangi bahan baku impor, serta memanfaatkan bahan baku local berupa bijih besi dan batu bara kokas (coking coal) lokal.
PTBA - Pasok batubara untuk Pusri
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan memasok batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Palembang. Kontrak pasokan akan dimulai pada 2013 yang berlaku hingga 20 tahun kedepan. Volume pasokan akan dimulai secara bertahap dari 200,000 ton per tahun pada 2013 dan akan meningkat mencapai puncaknya 1 juta ton per tahun pada 2016. Pusri akan mengganti bahan bakar PLTU miliknya menjadi batubara dari gas alam. PTBA juga tengah mengkaji rencana kerja sama dengan Pusri terkait proyek gasifikasi batubara. Proyek tersebut masih dalam tahap feasibility study dan diharapkan selesai pada pertengahan 2012.