Daily News 05/07

July 05, 2011 No. 45
Macroeconomy - Ancaman inflasi dari harga beras

Kemenangan partai Pheu Thai yang dipimpin oleh Yingluck Shinawatra berpotensi meningkatkan harga beras dunia. Partai tersebut menjanjikan untuk membeli gabah dari petani lebih tinggi dari harga pasar (rice-pleding). Negara akan membeli beras pada harga 15,000 baht per ton (sekitar US$ 488 per ton), 63% lebih tinggi dari harga pasar beras saat ini.
ASRI - Rencana pembangunan gedung pertemuan
Manajemen PT Alam Sutera Realty (ASRI) mengalokasikan dana investasi senilai Rp 800 Miliar untuk mendukung rencana pembangunan gedung pertemuan dan ruang pameran skala besar. Proyek tersebut akan dibangun diatas lahan seluas 20Ha yang dekat dengan lokasi CBD Alam Sutera. Proses pembangunandiharapkan dapat dimulai pada awal 2012 dan selesai pada akhir 2013.
BNLI & UNTR - Pembiayaan alat berat
PT Bank Permata (BNLI) menyediakan fasilitas kredit tanpa agunan (KTA) dengan plafon senilai Rp 100 Juta hingga Rp 1 Miliar untuk pembelian suku cadang serta jasa perbaikan dari PT United Tractors (UNTR). Untuk mendapat failitas tersebut, pelanggan harus mendapat rekomendasi khusus dari manajemen UNTR yang telah memiliki track record yang baik lebih dari setahun. BNLI menargetkan dapat menjaring 100 hingga 150 nasabah baru dengan total kredit mencapai Rp 100 Miliar. Fasilitas KTA alat berat akan dikenakan biaya bunga 16% hingga 18% per tahun.
BUMI - Bumi Plc tingkatkan kepemilikan saham
Perusahaan patungan keluarga Rothschild dengan Bakrie Group, Bumi Plc., meningkatkan kepemilikan atas PT Bumi Resources (BUMI) menjadi 32.1% dari 28.9% sebelumnya. Peningkatan kepemilikan merupakan bagian dari transaksi “step-up” dimana Bumi Plc menukar 11.73 juta lembar saham baru yang diterbitkannya dengan 676.65 juta lembar saham BUMI.
UNTR - Rencana akuisisi tambang batubara
PT United Tractor (UNTR) akan menyelesaikan akuisisi tambang batubara dengan cadangan 50 juta ton di Kalimantan Tengah pada bulan ini. Tambang tersebut memiliki kalori 5,800 Kcal/Kg hingga 6,000 Kcal/Kg. UNTR mengalokasikan dana senilai Rp 2.7 Triliun untuk membiayai akuisisi yang sumber pendanaan nya diperoleh dari right issue. Target awal produksi tambang tersebut sebanyak 500 ribu ton yang akan dimulai 10 bulan lagi. Hasil produksi akan di ekspor ke Jepang.