Daily News 23/05

May 23, 2013 No. 511
APLN - Rencana emisi obligasi

PT Agung Podomoro Land (APLN) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 2.5 Triliun dimana pada tahap pertama akan diluncurkan obligasi bertenor 5 tahun senilai Rp 1.2 Triliun. Pefindo member iperingkat idA terhadap rencana emisi obligasi tersebut. Sekitar Rp 500 Miliar dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk pembayaran pokok utang dan sisanya untuk pengembangan usaha properti. Masa penawaran berlangsung 23 Mei hingga 5 Juni 2013 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 17 Juni dan listing pada 27 Juni 2013.
EXCL - Kaji rencana akuisisi Axis
Axiata Group Bhd (Malaysia) tengah mengkaji rencana akuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Transaksi tersebut akan dilakukan oleh anak perusahaan Axiata, PT XL Axiata (EXCL) dengan perkiraan nilai sekitar US$ 1 Miliar. Rencana tersebut dinilai strategis karena EXCL mendapat tambahan frekuensi untuk mengembangkan usaha. Rencana tersebut menunggu persetujuan Pemerintah serta badan regulator telekomunikasi.
MSKY - Indovision versi mobile
PT MNC Sky Vision (MSKY) mengharapkan dapat meluncurkan Indovision Everywhere pada tahun ini. Untuk program ini, MSKY telah bekerjasama dengan operator telekomunikasi dan pihak ketiga. Indovision Everywhere diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan Indovision. Lewat layanan tersebut para pelanggan dapat melihat tayangan Indovision melalui perangkat mobile. MSKY menargetkan pertumbuhan rata-rata pelanggan setiap bulan mencapai 50,000 pelanggan baru. Per akhir April tahun ini pelanggan MSKY sudah mencapai 1.92 Juta.
TBIG - Rencana akuisisi menara Mitratel
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) menargetkan peluang akuisisi menara telekomunikasi pada tahun ini. TBIG mengincar menara telekomunikasi milik PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Manajemen TBIG menyatakan pendanaan yang kuat untuk melakukan akuisisi, dimana TBIG memiliki fasilitas pinjaman sekitar US$ 210 Juta dan global notes senilai US$ 300 Juta, dana ini digunakan sebagai modal untuk akuisisi menara. Selain Mitratel, TBIG sebelumnya mengincar menara milik PT XL Axiata (EXCL) namun hingga kini belum ada kesepakatan harga.