Daily News 14/07
July 14, 2011 No. 52
FASW - Proyeksi kinerja 1H 2011
PT Fajar Surya Wisesa (FASW) diperkirakan membukukan kenaikan penjualan 1H 2011 sebesar 23.9% Yoy menjadi Rp 2.07 Triliun Vs Rp 1.67 Triliun pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja penjualan didukung oleh kenaikan kapasitas produksi perusahaan menjadi 1 juta ton per tahun dari 700,000 ton per tahun pada 2010 lalu. FASW mengoperasikan paper machine (PM) #5 pada Desember 2010 lalu. FASW mengalokasikan dana belanja modal sebesar US$ 60 Juta tahun ini yang akan digunakan untuk melakukan modifikasi PM #7 serta memasang 2 unit incinerator. Kebutuhan dana modifikasi PM #7 sekitar US$ 40 Juta.
KIJA - Refinancing utang
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) tengah mencari pinjaman senilai US$ 35 Juta dalam rangka refinancing utang kepada Bank CIMB Niaga yang akan jatuh tempo tahun ini. KIJA tercatat menerima fasilitas pinjaman dari bank CIMB Niaga senilai US$ 55 Juta yang terdiri dari seri A senilai US$ 20 Juta dan seri B senilai US$ 35 Juta. Pinjaman seri A akan dilunasi melalui pinjaman sindikasi yang telah ada. Manajemen tengah mengkaji beberapa alternatif pendanaan (emisi obligasi, pinjaman bank, atau rights issue) untuk pelunasan pinjaman seri B.
PTBA - Prediksi kinerja 1H 2011
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) memprediksikan penjualan 1H 2011 mencapai Rp 5 Triliun atau naik sekitar 30%-35% dari pencapaian 1H 2010 sebesar Rp 3.79 Triliun. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp 1.5 Triliun, naik lebih dari 65% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 908.1 Miliar. Volume penjualan selama 1H 2011 mencapai 6.5 juta ton naik dari 4.5 juta ton pada 1H 2010. PTBA memproyeksikan penjualan FY 2011 mencapai Rp 11 Triliun dan laba bersih mencapai Rp 3 Triliun.
STAR - Kepemilikan Roxxon
Roxxon Resources Limited tercatat memiliki 33.64% saham PT Star Petrochem (STAR) per 12 Juli lalu. Roxxon mendapat porsi fixed allotment dalam proses IPO, merupakan perusahaan investasi yang dimiliki oleh Ananda Soewono. STAR akan menggunakan Rp 120 Miliar dana IPO untuk membangun pabrik serat sintetis dan benang polyester dengan kapasitas 30,000 ton di Boyolali (Jawa Tengah) tahun depan.
TINS - Prediksi kinerja 1H 2011
PT Timah (TINS) memperkirakan penjualan selama 1H 2011 mencapai US$ 450 Juta atau naik 25% dibanding peiode yang sama tahun lalu mencapai US$ 361 Juta. Walaupun volume penjualan mengalami penurunan sebesar 5% dari 19 ribu ton pada 1H 2010 menjadi sekitar 17-18 ribu ton pada 1H 2011, namun harga rata-rata penjualan meningkat 31.6% dari US$ 19,000/ton menjadi US$ US$ 25,000/ton.