Daily News 07/11
November 07, 2013 No. 622
ANJT - Kerjasama dengan PLN
Manajemen PT Austindo Nusantara Jaya (ANJT) menargetkan dapat mencapai kesepakatan perjanjian jual beli listrik selama 15 tahun dengan PLN bulan ini. ANJT berencana mengolah limbah sawit menjadi bahan baku produksi biogas yang akan digunakan sebagai bahan bakar PLTBG. Harga indikatif berkisar Rp 975 per kWh. ANJT memperkirakan setiap produksi 45 juta ton tandan buah segar dapat menghasilkan listrik 1.35 MW per jam. ANJT tengah menyelesaikan proyek PLTBG senilai US$ 6 Juta dengan kapasitas 1.2 MW di Belitung. Tahun depan manajemen menargetkan membangun PLTBG dengan kapasitas 1.5 MW di Sumatera Utara.
BWPT - Cari investor strategis
Manajemen PT BW Plantation (BWPT) tengah mengkaji rencana kerjasama dengan dua calon investor strategis terkait rencana penerbitan saham baru tanpa HMETD (non-preemptive rights). BWPT berencana menerbitkan maksimum 401.5 juta lembar saham baru (9.09% saham) dengan harga minimum penjualan Rp 850 per lembar saham.
INDF - Refloat saham CMFC
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) mengumukan telah melepas kembali (refloat) sebagian saham China Minzhong Food Corporation Limited (CMFC) kepada sejumlah investor. UBS Kay Hian Private Limited yang ditunjuk INDF sebagai placement agent melaporkan telah menjual 40 juta saham CMFC. Akibat aksi ini kepemilikan INDF di CMFC menyusut menjadi 82.88% atau sekitar 543.25 Juta saham dan memperbesar porsi kepemilikan investor publik di CMFC menjadi 10.48%. Sebelumnya INDF memiliki 583.25 saham atau setara 88.99% saham CMFC dan pemegang saham CMFC lain memegang 6.64% saham sehingga kepemilikan publik turun dibawah 10%. INDF melepas saham CMFC karena terkait peraturan Bursa Singapura yang mewajibkan kepemilikan saham publik minimal 10% atas emiten.
PTBA - Proyek pembangkit listrik di Myanmar
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan membangun pembangkit listrik senilai US$ 900 Juta di Myanmar yang dilakukan dalam beberapa tahap. PTBA telah bekerjasama dengan mitra lokal (Myanmar) untuk merealisasikan rencana tersebut. Tahap pertama PTBA akan mengembangkan PLTU 2x100 MW dengan investasi sebesar US$ 350-450 Juta dan tahap kedua 2x200 MW dengan investasi sekitar US$ 400-450 Juta. Dana investasi tersebut akan diambil dari kas internal maupun pinjaman perbankan di dalam negeri dan mitra Myanmar.
WIKA - Proyek akses priok
Kementerian Pekerjaan Umum akan segera memberi surat perintah mulai kerja (SPMK) setelah menetapkan konsorsium PT Wijaya Karya (WIKA) dan Tobhisima sebagai pemenang paket pekerjaan seksi NS Direct Ramp jalan tol Tanjung Priok pada 17 Oktober lalu. Nilai proyek mencapai Rp 255.15 Miliar yang terdiri dari proyek pelebaran jalan arteri serta pembangunan jalan layang sepanjang 1.1 KM. Konsorsium tersebut telah mendapat persetujuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai pihak pemberi pinjaman. Konsorsium dapat memulai kegiatan operasional proyek pada 6 Januari 2014.