Daily News 03/08
August 03, 2011 No. 67
ANTM - Cari pendanaan proyek FeNi di Halmahera
PT Aneka Tambang (ANTM) tengah mengkaji rencana emisi obligasi senilai US$ 350 Juta pada akhir tahun untuk membiayai proyek FeNi di Buli, Halmahera Timur (Maluku Utara). ANTM juga tengah mencari project financing senilai US$ 650 Juta untuk proyek tersebut. Proyek tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi sebesar 27,000 ton nickel per tahun dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2H 2014.
GIAA - Rencana penjualan saham oleh Mandiri Sekuritas
PT Mandiri Sekuritas berencana menjual saham PT Garuda Indonesia (GIAA) yang tidak terserap pasar pada saat IPO melalui mekanisme block sale atau dengan penerbitan obligasi tukar (exchangeable bond). Penjualan saham melalui exchangeable bond harus memperhitungkan tingkat bunga dan perkiraan harga pasar saham GIAA pada saat jatuh tempo.
KAEF - Kerjasama dengan Mitsui
PT Kimia Farma (KAEF) bekerjasama dengan Mitusi untuk menigkatkan kapasitas pabrik yodium, di Watudakon (Jawa Timur) dari 100 ton per tahun menjadi 500 ton. Sebagai langkah awal, KAEF akan melakukan riset pengolahan limbah cair untuk mengurangi dampak lingkungan pabrik sampai akhir tahun. Peningkatan kapasitas pabrik akan dimulai pada 2012. Nilai investasi belum ditentukan oleh perseroan.
MASA - Rencana penjualan 40% saham
PT Multistrada Arah Sarana (MASA) yang dibantu oleh penasehat keuangan, Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) berencana menjual 40% saham perusahaan kepada investor stategis. Ketiga investor yang termasuk dalam shortlisted candidate dijadwalkan memasukan harga penawaran akhir pada hari Jumat 5 Agustus 2011. Ketiga calon investor tersebut yaitu Texas Pacific Group, Hankook Tire Corp., dan Yokohama Tire Corporation. Harga dasar ditetapkan pada level Rp 600 per lembar saham.
MEDC & PGAS - Rencana kembangkan CBM
PT Medco Energi International (MEDC) menjalin kerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk mengembangkan proyek gas metana batu bara (coal bed methane) di blok Lematang. Blok tersebut berada diatas lahan seluas 805.8 Km² dan memiliki konsesi 10 tahun masa eksplorasi dan 20 tahun masa eksploitasi. Dalam production sharing contract tersebut MEDC bertindak sebagai operator blok. Proyek tersebut membutuhkan dana US$ 4.6 Juta dalam 3 tahun pertama.
MYOR - Cairkan pinjaman
PT Mayora Indah (MYOR) akan mencairkan pinjaman bank senilai Rp 500 Miliar yang akan digunakan untuk belanja modal senilai Rp 700 Miliar tahun ini. Pada 1H 2011, MYOR telah mencairkan pinjaman senilai Rp 200 Miliar. Bunga pinjaman tersebut berkisar 1.5% hingga 2.% diatas LIBOR. Capex tahun ini akan digunakan untuk pembuatan pabrik creamer dan biskuit serta revitalisasi mesin kopi.