Daily News 04/08

August 04, 2011 No. 68
APOL - Sengketa dengan ACA

Dalam sidang pertama gugatan pailit PT Arpeni Pratama Ocean Lines (APOL) yang diajukan oleh PT Asuransi Central Asia (ACA), kuasa hukum APOL menyatakan akan tetap membuka peluang perdamaian dengan pihak ACA. Namun dari pihak ACA tidak melihat adanya itikad baik dari pihak APOL karena manajemen APOL tidak mengajukan dokumen penundaan kewajiban pembayaran utang (PPKU). Dalam gugatan pailit tersebut ACA mengklaim memiliki hak tagih atas utang APOL yang telah jatuh tempo senilai US$ 3 Juta. Hak tagih tersebut timbul akibat diterbitkannya performance bond dalam kontrak kerja sama antara APOL dengan Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI) pada 24 April 2009. Dalam hal ini ACA bertindak sebagai penjamin pelaksanaan proyek yang dikerjakan APOL untuk menyediakan kapal tanker FSO paling lambat pada 17 Mei 2009. Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali namun APOL tetap tidak dapat memenuhi kewajibannya sehingga pihak KEI memutuskan kontrak dengan APOL sejak 20 Februari 2010. Seiring dengan pembatalan kontrak, KEI memerintahkan ACA untuk mencairkan dana jaminan senilai US$ 3 Juta. Dana tersebut telah diterima KEI pada 4 Juni 2010 dan sejak tanggal tersebut ACA mengklaim memiliki hak tagih kepada pihak APOL.
BFIN - Fasilitas pinjaman baru
PT BFI Finance Indonesia (BFIN) berhasil mendapat komitmen pinjaman senilai US$ 60 Juta dengan jangka waktu 3 tahun. Pinjaman tersebut difasilitasi oleh Deutsche Bank AG dan Standard Chartered Plc. Dana pinjaman akan dialokasikan untuk mendukung pembiayaan alat berat dan mobil bekas. Manajemen menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 5 Triliun tahun ini.
ELTY - Kepemilikan oleh Reksadana Sinarmas
Reksadana Sinarmas, Danamas Stabil, diketahui memiliki 3.6 miliar lembar saham PT Bakrieland Development (ELTY), setara dengan 9.02% porsi kepemilikan perusahaan. Kepemilikan Reksadana tersebut atas saham ELTY diperkirakan mencapai 20% dari total aset bersih Danamas Stabil.
INTA - Rencana akusisi tambang batubara
PT Intraco Penta (INTA) berencana mengakuisisi dua perusahaan tambang batubara yang diperkirakan akan selesai pada 4Q 2011. Dana akusisi tersebut akan diambil dari hasil right issue yang rencananya akan dilaksanakan dalam beberapa waktu mendatang.
UNTR - Rencana akuisisi tambang batubara
PT United Tractors (UNTR) menargetkan memiliki cadangan batubara sebanyak 500 juta ton dalam 3 tahun kedepan. Saat ini jumlah cadangan batubara UNTR mencapai 250 juta ton. Kebutuhan dana akuisisi tambang akan berasal dari hasil rights issue Rp 6.07 Triliun.