Daily News 08/08

August 08, 2011 No. 70
APLN - Rencana emisi obligasi

PT Agung Podomoro Land (APLN) berencana meningkatkan nilai emisi obligasi menjadi Rp 1 Triliun dari rencana semula Rp 800 Miliar. Kenaikan nilai emisi diakibatkan oleh tingginya minat investor dalam proses book building yang berlangsung hingga hari Jumat pekan lalu. Sesuai dengan rencana awal, APLN berencana menerbitkan dua seri obligasi. Seri A dengan tenor 3 tahun senilai Rp 300 Miliar ditawarkan dengan kisaran kupon 9.5% hingga 10.5%. Seri B dengan tenor 5 tahun senilai Rp 500 Miliar ditawarkan dengan kisaran kupon 10.5% hingga 11.5%. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk membiayai akuisisi beberapa perusahaan property di Jakarta, Bogor, dan Bali. Pefindo memberikan peringkat A terkait rencana emisi obligasi APLN.
BNGA - Kinerja 1H 2011
PT Bank CIMB Niaga (BNGA) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2011 sebesar 36.9%Yoy menjadi Rp 1.55 Triliun Vs Rp 1.23 Triliun. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 7.5%Yoy menjadi Rp 3.79 Triliun. BNGA membukukan kenaikan laba operasional sebesar 38.3%Yoy menjadi Rp 2.08 Triliun. Posisi CAR tercatat sebesar 13.79% (12.44% pada 1H 2010), dengan NPL Gross 2.69% (2.71% pada 1H 2010), ROE 22.86% (21.82% pada 1H 2010), dan LDR 93.42% (85.49% pada 1H 2010).
INDY - Tripatra dapatkan EPC blok Cepu
Anak perusahaan PT Indika Energy (INDY), PT Tripatra Engineers & Constructors (Tripatra), bersama dengan anggota konsorsium lainnya, Samsung Engineering Co. Ltd. berhasil mendapat kontrak EPC untuk membangun fasilitas produksi minyak di lapangan Banyu Urip (Blok Cepu) senilai US$ 746.3 Juta. Lapangan minyak tersebut memiliki kapasitas produksi 165,000 bpd dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2013.
KIJA - Rencana akuisisi
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) berencana mengakuisisi 100% saham PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) dan 21.63% saham PT Tanjung Lesung Leisure Industry (TLLI) dengan total transaksi diperkirakan mencapai Rp 1.5 Triliun. BWJ saat ini mengembangkan 1,500 Ha kawasan wisata di Tanjung Lesung, sedangkan TLLI yang merupakan usaha patungan antara BWJ dan Axxom Properties, mempercepat pengembangan fasilitas kunci di Tanjung Lesung.