Daily News 10/08

August 10, 2011 No. 72
ANTM - Rencana emisi obligasi 

PT Aneka Tambang (ANTM) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai US$ 350 Juta dalam waktu dua tahun kedepan. Untuk tahap awal, ANTM akan menerbitkan obligasi senilai US$ 150 Juta pada 4Q 2011 yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik pengolahan (smelter) feronickel di Halmahera Timur. ANTM akan menarik pinjaman bank untuk memenuhi sisa dana yang dibutuhkan. Perseroan telah menunjuk Bank Mandiri (BMRI) sebagai financial arranger untuk menggalang dana senilai US$ 1 Miliar dalam memenuhi kebutuhan investasi tersebut. Total kebutuhan investasi pabrik smelter diperkirakan mencapai US$ 1.6 Miliar.
CSAP - Refinancing utang
PT Catur Sentosa Adiprana (CSAP) berencana melakukan refinancing utang senilai Rp 353.9 Miliar tahun ini dan tengah mengkaji pembiayaan dari beberapa bank. Manajemen mengalokasikan dana belanja modal Rp 60 Miliar tahun ini dimana Rp 18 Miliar diantaranya akan berasal dari kas internal dan sisanya dari pinjaman bank.
ERTX - Refinancing utang
PT Eratex Djaja (ERTX) berencana melakukan refinancing utang melalui konversi utang senilai US$ 2.82 Juta kepada Radmet Concept Investment Limited dengan penerbitan 48.08 juta lembar saham baru tanpa HMETD. Konversi utang dilakukan pada harga saham baru Rp 500 per lembar saham. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 23 Agustus 2011.
KIJA - Rencana penggalangan dana
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) berencana menggalang dana senilai Rp 1.5 Triliun dari penerbitan saham baru (rights issue) dan US$ 150 Juta dari emisi obligasi. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 20 September 2011. Seluruh dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengakuisisi 100% saham PT Banten West Java Tourism Development dan PT Tanjung Lesung Leisure Industry. PT Danareksa Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin emisi rights issue. KIJA berencana menerbitkan exchangeable notes senilai US$ 110 Juta dengan durasi 3 tahun dan US$ 40 Jutadengan durasi 5 tahun. Sebesar US$ 55 Juta dana hasil emisi surat utang akan digunakan untuk pengembangan Cikarang dry port, US$ 55 Juta untuk pembangkit listrik Bekasi Power, dan US$ 40 Juta untuk akuisisi lahan.