Daily News 07/09

September 07, 2011 No. 86
ASII - Akuisisi ruas tol Kertosono-Mojokerto

PT Astra International (ASII), melalui anak perusahaan PT Astratel Nusantara, akan mengakuisisi 95% saham PT Marga Hanurata Intrinstic (MHI) senilai Rp750 Miliar dari PT Natpac Graha Arthamas (Natpac). MHI telah memiliki Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk membangun ruas tol Kertosono-Mojokerto sepanjang 40.5 Km yang diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp 3.5 Triliun. Saat ini MHI mengelola ruas jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72.5 Km melalui PT Marga Mandalasakti (MMS). Melalui PT Marga Trans Nusantara (MTN) yang bekerjasama dengan PT Jasa Marga (JSMR), Astratel akan membangun dan mengoperasikan jalan tol ruas Kunciran-Serpong sepanjang 11.2 Km
BNBR - Rencana kuasi reorganisasi
Manajemen PT Bakrie & Brothers (BNBR) memperkirakan kuasi reorganisasi dapat dilaksanakan pada 6 Desember 2011 setelah menyampaikan rencana dan agenda RUPSLB kepada Bapepam-LK dan BEI pada 19 Agustus lalu. Rencana kuasi reorganisasi membutuhkan persetujuan RUPSLB pada 6 Oktober 2011. Credit Suisse (Singapore) S/A Bright Ventures Pte Ltd-BNBR tercatat memiliki 21.61% saham BNBR sedangkan Mellon Bank NA S/A for AGF Cundill Recovery Fund tercatat memiliki 9.6% saham, Interventures Capital Pte. Ltd tercatat memiliki 5.38% saham, dan publik 63.41% saham per 5 Agustus 2011.
INDY & PTRO - Kontrak overburden removal
Anak perusahaan PT Indika Energy (INDY), PT Petrosea (PTRO), membukukan kenaikan nilai kontrak overburden removal dengan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABM) senilai US$ 930 Juta yang berlaku hingga akhir 2018. PTRO akan mengerjakan angkutan 14 juta ton batu bara serta 126 juta meter kubik material overburden. Kontrak tersebut merupakan perbaruan dari kontrak yang telah disepakati pada Agustus 2009 lalu untuk tenor 5 tahun senilai US$ 200 Juta.
MTLA - Pinjaman
PT Metropolitan Land (MTLA) berencana mengubah komposisi pinjaman karena kinerja perseroan yang diperkirakan melampaui target. MTLA pada awalnya berencana meminjam Rp 400 Miliar yang akan digunakan untuk membangun pintu gerbang tol Metland Puri senilai Rp 150 Miliar dan pengembangan Metropolitan Grand Mall senilai Rp 250 Miliar. Tetapi karena kinerja perseroan mencapai diatas 30% dari target, maka komposisi pinjaman bisa dikurangi.