Daily News 08/09
September 08, 2011 No. 87
Metal Mining - Pemerintah akan siapkan disinsentif
Kementrian Perindustrian mengungkapkan rencana pemerintah untuk menerapkan bea keluar terhadap 4 bahan mineral dasar serta pajak tambahan bagi produk impor tertentu untuk menghemat sumber daya serta meningkatkan industry hilir dalam negri. Bea keluar akan diterapkan untuk ekspor komoditas bauksit, tembaga, nickel, iron ore, dan pasir besi.
ANTM - Proyek Weda Bay
Eramet Group menyampaikan komitmen untuk menjalankan proyek bijih nikel di Halmahera melalui anak perusahaannya, PT Weda Bay Nickel (WBM). PT Aneka Tambang (ANTM) memiliki 10% saham WBM dan sisanya dimiliki oleh Strand Minerals (Indonesia) Pte. Ltd. (SMI). Eramet tercatat memiliki 66% saham SMI. WBM akan membangun tambang serta pabrik pengolahan bijih nickel dengan kapasitas produksi 65,000 ton per tahun senilai US$ 6 Miliar.
ADMG & GJTL - Rencana divestasi saham
PT Gajah Tunggal (GJTL) berencana menjual seluruh kepemilikan saham atas PT Polychem Indonesia (ADMG) dan tengah mencari strategic investor sebagai calon pembeli. Per 31 Juli lalu GJTL tercatat memiliki 25.64% saham ADMG. GJTL berencana fokus untuk meningkatkan kompetensi pada industri ban yang jauh berbeda dengan lini bisnis ADMG.
BUMI - Pembayaran Hutang
PT Bumi Resources (BUMI) akan membayar hutang tahap I kepada CIC senilai US$ 600 Juta pada 4Q 2011 atau 2 tahun lebih cepat dari jadwal pembayaran hutang. Sumber pendanaan dapat diambil dari beberapa alternatif seperti pencairan asset investasi, pembayaran piutang, serta pinjaman. BUMI berhutang kepada CIC sebesar US$ 1.9 miliar dengan 3 tahap pembayaran yaitu tahap 1 senilai US$ 600 Juta, tahap 2 senilai US$ 600 Juta dan tahap 3 senilai US$ 700 Juta.
RMBA - Refloating saham
PT British Amreican Tobacco (BAT) menjual saham PT Bentoel Internasional Investama (RMBA) kepada UBS AG, London, sebanyak 970.53 juta saham (13.3%) dengan harga Rp 760 per lembar saham. Penjualan yang dilakukan pada 25 Agustus 2011 tersebut dalam rangka refloating setelah BAT membeli 99.74% saham RMBA pada harga Rp 870 per saham dari Grup Rajawali di tahun 2009.