Daily News 09/09
September 09, 2011 No. 88
ASGR - Cari pinjaman bank
PT Astra Graphia tengah mencari pinjaman bank senilai Rp 100-200 Miliar yang akan digunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja. ASGR memiliki hutang yang akan jatuh tempo pada Bulan ini dari ANZ Bank senilai Rp 200 Miliar. ASGR melalui anak usaha nya, Astra Graphia Information Technology (AGIT) memasuki bisnis baru yaitu mobile banking dengan bekerjasama dengan Monetise Asia Pacific Limited (MAPL) dengan membentuk anak usaha PT AGIT Monetise Indonesia (AMI) dimana AGIT dan MAPL masing-masing memiliki 49% dan 51% saham. Kebutuhan investasi awal dari AMI senilai US$ 2 juta.
DSSA - Divestasi saham anak perusahaan
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjual 30% saham PT Golden Energy Mines (GEM) kepada GMR Energy Ltd. (India) senilai US$ 550 Juta. Pembelian GEM dimaksudkan untuk mengamankan pasokan batubara dari Indonesia. GMR Energy akan membeli 10 juta ton batubara per tahun selama 25 tahun kedepan dari tambang GEM. Kapasitas tambang GEM saat ini sebesar 10 juta ton per tahun dan akan ditingkatkan mencapai 15 juta ton per tahun pada 2014.
RODA - Akuisisi oleh Pikko Land
Pikko Land Corporation (British Virgin Island), membeli 68.01% saham PT Royal oak Development (RODA) dari Forever Prosperous Pte. Ltd. (Singapura) senilai total Rp 2.06 Triliun. Transaksi dilakukan pada harga Rp 225 per lembar saham. Pikko Land menetapkan harga tender offer atas sisa saham RODA milik publik pada harga Rp 175 per lembar saham.
ROTI - Pembangunan pabrik
PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) sedang membangun 2 pabrik di Cibitung dan Palembang serta mencari lahan untuk pabrik di Makasar. Pembangunan pabrik-pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi roti menjadi 2.4 juta potong per hari dari 1.82 juta potong. ROTI sedang mencari pinjaman bank senilai Rp 100-150 Miliar untuk membiayai capex senilai Rp 200 Miliar.
TRAM - Bisnis batubara
PT Trada Maritime (TRAM) berencana memasuki bisnis batubara setelah membeli obligasi tukar senilai US$ 200 Juta yang diterbitkan oleh PT Awesome Coal (AC). Nilai tukar tersebut setara dengan 97% saham AC, pemilik konsesi pertambangan batubara seluas 5,350 Ha di Mantar, Dumai, dan Kutai Barat (Kalimantan Timur). Tambang tersebut memiliki cadangan batubara sebanyak 61 juta ton dan diharapkan dapat memulai produksi pada akhir 2012. Masa operasi tambang diperkirakan sekitar 10-15 tahun. Rencana pembelian convertible bond perlu mendapat persetujuan RUPSLB.