Daily News 12/09
September 12, 2011 No. 89
Coal Sector - DMO 2012
Pemerintah menetapkan persentase domestic market obligation (DMO) sebesar 24.72% dari perkiraan produksi batu bara tahun depan 322 juta ton. Dengan demikian total DMO mencapai 82.07 juta ton pada 2012. Dilihat dari asumsi produksi batubara 2012 secara proporsional, PT Kaltim Prima Coal (KPC) akan menjadi pemasok DMO terbesar sebanyak 12.68 juta ton tahun depan yang diikuti oleh PT Adaro Indonesia sebanyak 11.74 juta ton, PT Kideco Jaya Agung (KJA) sebanyak 8 Juta ton, PT Arutmin Indonesia (AI) sebanyak 6.6 Juta ton, dan PT Berau Coal Energy (BRAU) sebesar 5.51 Juta ton. KPC dan AI merupakan anak perusahaan PT Bumi Resources (BUMI), Adaro Indonesia merupakan anak perusahaan PT Adaro Energy (ADRO), sedangkan KJA merupakan anak perusahaan PT Indika Energy (INDY).
AISA - Akuisisi pabrik beras PT Tiga Pilar Sejahtera (AISA) telah mengakusisi pabrik dan sejumlah merk beras yang dikuasai PT Alam Makmur Sembada dengan total nilai Rp 170 Miliar. Pabrik yang diakusisi berkapasitas 120,000 ton per tahun. Sumber pendanaan akuisisi diperoleh dari hutang kepada Rabo Bank dan kas internal. Hingga akhir 2011, manajemen menargetkan pendapatan mencapai Rp 2.2 Triliun atau naik 211.96% dari tahun 2011.
DGIK - Kontrak baru
PT Duta Graha Indah (DGIK) membukukan kontrak baru mencapai Rp 700 Miliar hingga Agustus 2011 dengan order book mencapai Rp 2.7 Triliun. DGIK mendapat kontrak baru pada awal Agustus untuk membangun hotel di Cirebon. Manajemen menargetkan perolehan kontrak baru naik 10%Yoy mencapai Rp 2.2 Triliun hingga akhir tahun ini. Hingga saat ini DGIK membukukan kontrak carry over dari tahun lalu senilai Rp 1.95 Triliun.
FAST - Rencana emisi obligasi
PT Fast Food Indonesia (FAST) berencana menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga tetap senilai maksimal Rp 200 Miliar. Sekitar 68% dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk pembukaan gerai baru, 24% untuk renovasi gerai, dan sisanya untuk perluasan serta renovasi gudang perusahaan. Pefindo member peringkat Id AA terkait rencana emisi obligasi perusahaan. PT OSK Nusadana Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi. Manajemen menargetkan mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 28 September 2011 sehingga dapat memulai masa penawaran pada 30 September hingga 4 Oktober. Obligasi ditargetkan dapat mulai dicatat di BEI pada 7 Oktober 2011.
ISAT - Penjualan menara
PT Indosat (ISAT) menargetkan penjualan 4,000 unit menara pada tahun ini dengan perkiraan nilai menara US$ 125,000 per unit. ISAT dikabarkan tengah melakukan seleksi calon pembeli yang terdiri dari PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG), PT Sarana Menara Nusantara (TOWR), dan PT Solusi Tunas Pratama.