Daily News 14/09

September 14, 2011 No. 91
AALI - Statistik operasional

PT Astra Agro Lestari (AALI) mencatat kenaikan produksi CPO sebesar 19.7%Yoy menjadi 807,720 Ton pada 8M 2011 Vs 674,856 Ton pada 8M 2010 lalu. Kenaikan produksi CPO didukung oleh kenaikan pembelian fresh fruit bunch (FFB) dari pihak ketiga sebesar 79.9%Yoy sebanyak 645,257 Ton pada 8M 2011. Pertumbuhan produksi FFB kebun inti dan plasma tercatat naik 13.4%Yoy menjadi 2.98 Juta Ton pada 8M 2011. FFB yield tercatat naik 9.3%Yoy menjadi 13.53 Ton/Ha pada 8M 2011 Vs 12.38 Ton/Ha pada 8M 2010.
AISA - Rencana rights issue
PT Tiga Pilar Sejahtera Foods (AISA) berencana melakukan rights issue dengan target perolehan dana mencapai Rp 700 Miliar dan telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin emisi. Manajemen akan memulai memasukkan dokumen rights issue kepada Bapepam-LK pada awal Oktober mendatang.
ASRI - Tingkatkan target obligasi
PT Alam Sutera Realty (ASRI) berencana meningkatkan target perolehan dana penerbitan obligasi dari Rp 1 Triliun menjadi Rp 2 Triliun. Peningkatan tersebut karena ASRI berencana mengakusisi lebih banyak lagi asset properti baik yang telah menghasilkan maupun yang belum. Namun tidak semua hasil dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk akuisisi asset. Obligasi tersebut direncanakan memiliki tenor 5-8 tahun dengan tingkat bunga sebesar 11%. Saat ini manajemen sedang memproses pemeringkatan obligasi tersebut pada S&P dan Fitch Ratings.
CTRS - Tingkatkan alokasi belanja modal
PT Ciputra Surya (CTRS) meningkatkan alokasi belanja modal (capex) tahun ini dari Rp 500 Miliar menjadi Rp 700 Miliar karena perseroan mempercepat pembangunan Citraland Denpasar menjadi tahun ini yang seharusnya dimulai pada 2012. Sampai 1H 2011, CTRS telah menyerap capex senilai Rp 350 Miliar yang digunakan untuk pengembangan perumahan di beberapa kota. Pada 2H 2011, perseroan akan mengembangkan proyek Citraland Kendari dan Citraland Denpasar.
DPNS - Cadangan batubara
Manajemen PT Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) mengumumkan penemuan potensi cadangan batu bara sekitar 150-200 juta ton setelah melakukan survey diatas lahan seluas 500Ha di Jambi. Melalui anakperusahaan yang bergerak pada bidang usaha batubara, PT Intitirta Prima Sakti, DPNS mengalokasikan dana eksplorasi senilai Rp 200 Miliar.