Daily News 15/09

September 15, 2011 No. 92
Coal Mining - Harga Batubara Acuan

Direktorat Jendral Mineral dan Batubara Kementrian ESDM menetapkan harga batubara acuan (HBA) bulan September sebesar US$ 116.26 per Ton, turun 0.8% dibandingkan dengan HBA US$ 117.21 per Ton pada Bulan Agustus 2011.
ADHI - Tender Pertamina
PT Adhi Karya (ADHI) bersama dedngan Goldstar Co, Korea Selatan, memenangi tender proyek Pertamina yaitu pengerjaan rancang bangun, pengadaan, dan konstruksi pembangunan pabrik derivatif minyak (residula fluid catalys cracker/RFCC). ADHI dalam proyek tersebut memiliki porsi 40% sedangkan Goldstar 60%.
BWPT - Fasilitas pinjaman
Anak perusahaan PT BW Plantation (BWPT), PT Sawit Sukses Sejahtera, berhasil mendapat fasilitas pinjaman senilai total Rp 1.3 Triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Pinjaman tersebut terdiri dari kredit investasi senilai maksimal Rp 1.25 Triliun dan kredit modal kerja senilai maksimal 46.5 Miliar. Pinjaman tersebut dijaminkan dengan lahan seluas 20,220 Ha di Desa Senyiur (Kutai Timur, Kalimantan Timur).
EXCL - Refinancing utang
PT XL Axiata (EXCL) mendapat fasilitas pinjaman senilai Rp 1 Triliun dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ yang akan dialokasikan seluruhnya untuk refinancing utang yang jatuh tempo tahun depan. Pinjaman baru tersebut memiliki masa jatuh tempo selama 2 tahun dengan tingkat bunga yang lebih rendah.
PGAS - Penurunan pasokan gas utuk maintenance
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan melakukan perbaikan infrastruktur pada anjungan gas milik Santos di Blok Maleo (Madura, Jawa Timur). Perbaikan akan dilakukan pada 3 hingga 17 Oktober sehingga pasokan gas kepada pelanggan akan mengalami penurunan sebesar 10-20 mmscfd. Lapangan gas Maleo memiliki kapasitas produksi sekitar 120 mmscfd untuk melayani pelanggan industry di Jawa Timur. Data Kementrian Perindustrian mengungkapkan kontrak pasokan gas di Jawa Timur tahun ini tercatat sebesar 193 mmscfd dari kebutuhan 446.45 mmscfd.
TRAM - Kembangkan bisnis batubara
PT Trada Maritime (TRAM) berencana meningkatkan armada kapal angkutan batubara yang diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar US$ 200-250 Juta. TRAM berencana meningkatkan sinergi operasional tambang batubara hingga proses pengiriman kepada konsumen. TRAM akan mengakuisisi tambang batubara seluas 5,350 Ha di Mantar, Damai, dan Kutai Barat (Kalimantan Timur) dengan total cadangan mencapai 61 juta ton. Transaksi akuisisi dilakukan dengan pembelian convertible bond (CB) senilai US$ 200 Juta dari Zakia Limited (Uni Emirat Arab) yang diterbikan oleh PT Awesome Coal (AC). Nilai CB setara dengan 97% kepemilikan saham AC.