Daily News 06/03
March 06, 2015 No. 945
ANTM - Kinerja FY 2014
PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan rugi bersih Rp 775.3 Miliar pada 2014 Vs laba bersih Rp 409.9 Miliar pada 2013 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan penjualan sebesar 16.6%Yoy menjadi Rp 9.42 Triiun tahun lalu Vs Rp 11.3 Triliun pada 2013 akibat turunnya harga komoditas. Kendati membukukan penurunan COGS sebesar 10.7%Yoy serta biaya operasional lainnya, ANTM membukukan rugi operasional sebesar Rp 179.4 Miliar tahun lalu Vs laba operasional Rp 421 Miliar pada 2013.
BBCA - Kinerja FY 2014
PT Bank Central Asia (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 15.7%Yoy menjadi Rp 16.5 Triliun, yang didukung oleh kenaikan net interest margin (NIM). Posisi NIM tahun lalu naik 30 basis point Yoy menjadi 6.5%. BBCA membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21.1%Yoy menjadi Rp 32 Triliun. Penyaluran kredit tercatat naik 11%Yoy menjadi Rp 346.6 Triliun tahun lalu.
BEST - Rencana ekspansi
PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) berencana membangun area komersial senilai US$ 20 Juta di kawasan Cikarang Barat (Bekasi). Pengembangan tahap pertama ditargetkan mulai pada 2Q 2015 oleh anak usaha KIJA, PT Best Sinar Nusantara. Kawasan komersial ini terdiri atas gedung perkantoran dan hotel. Sumber dana pembangunan kawasan komersial berasal dari kas internal.
KLBF - Pencabutan izin edar obat buvanest
Badan Pengawas Obat dan Makanan mencabut izin edar obat bius buvanest vinal produksi PT Kalbe Farma (KLBF) secara permanen karena tidak memenuhi prosedur cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Sebelumnya, pada 12 Februari 2015, dua pasien Siloam Hospitals Lippo Karawaci meninggal diduga karena pemberian obat Buvanest Spinal yang label kemasan atau isinya tertukar dengan asam traneksamat.
PGAS - Kinerja FY 2014
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 10 % Yoy menjadi US$ 722.75 Juta Vs US$ 804.45 Juta pada 2013 lalu. Pendapatan usaha naik 14% Yoy menjadi US$ 3.4 Miliar namun beban pokok pendapatan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 23% Yoy menjadi US$ 1.94 Miliar. Laba operasi tercatat naik 5% Yoy menjadi US$ 982.05 Juta.