Daily News 20/09
September 20, 2011 No. 95
IPO - SMR Utama
PT SMR Utama (SMRU) berencana IPO dengan menjual 500 juta lembar saham baru (33.33% saham) bernilai nominal Rp 100 per lembar saham pada harga penawaran Rp 600 per lembar. Proses book building akan dilaksanakan pada 21-26 September 2011 dengan perkiraan tanggal efektif pada 30 September. Tangal pencatatan diperkirakan pada 8 Oktober 2011 dimana PT AAA Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi saham. SMRU merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan batu mangan. Dengan target perolehan dana IPO senilai Rp 300 Miliar, 87.7% diantaranya akan dialokasikan untuk pengembangan usaha serta pelunasan hutang dan sisanya untuk meningkatkan modal anak perusahaan.
ASRI - Rencana emisi obligasi
Manajemen PT Alam Sutera Realty (ASRI) tengah mengkaji rencana penerbitan obligasi berdenominasi US$ atau Euro senilai Rp 1.1 Triliun untuk mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah. UBS Securities dikabarkan telah ditunjuk menjadi salah satu penjamin emisi obligasi.
CPIN - Fasilitas pinjaman
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) berhasil mendapat syndicated loan senilai US$ 250 Juta yang akan ditandatangani pada 26 September mendatang. Citibank N.A., PT Bank Central Asia (BBCA), DBS Bank, dan PT Bank Mandiri (BMRI) bertindak sebagai lead arranger dan book runners. Tidak disebutkan rencana penggunaan dana pinjaman tersebut. CPIN mengalokasikan dana belanja modal Rp 1.5 Triliun tahun ini yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk mengejar target penjualan senilai Rp 17.5 Triliun tahun ini.
KRAS - Masuki bisnis tambang
PT Krakatau Steel (KRAS) berencana memasuki bisnis tambang dengan membentuk anak perusahaan baru dengan nama PT Krakatau Natural Resources (KNR) yang akan bergerak pada sektor bijih besi dan coking coal. Manajemen menilai kebutuhan coking coal akan meningkat karena proyek JV KS-Posco akan membutuhkan coking coal sebanyak 2 juta ton pada 2012 dan akan meningkat menjadi 6 juta ton pada 2013-2014. Proyek pertambangan bijih besi akan dilakukan KNR yang menjalin kerja sama dengan PT Aneka Tambang (ANTM) dengan membentuk PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS). KRAS memiliki 66% saham MJIS dan sisanya dimiliki oleh ANTM.
OKAS - Akusisi tambang
Manajemen PT Ancora Indonesia Resources (OKAS) tengah mengkaji rencana akuisisi 2 tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. Tambang tersebut memiliki cadangan batubara sebesar 10-30 juta ton dan dalam tahap eksporasi. Alokasi dana untuk akuisisi tersebut bernilai US$ 30 Juta berasal dari pinjaman bank. Perseroan optimis akan memperoleh pinjaman tersebut paling lambat pada akhir 2011.