Daily News 12/03
March 12, 2015 No. 955
BEST - Fasilitas pinjaman
PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) mendapatkan pinjaman sebesar US$ 100 Juta, dengan opsi penngkatan hingga US$ 130 Juta. Fasilitas pinjman tersebut diberikan oleh PT QNB Indonesia (BKSW), Bangkok Bank Cabang Jakarta, dan lembaga pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang akan jatuh tempo pada 2020. Sesuai rencana, fasilitas pinjaman digunakan untuk pembayaran kembali utang bank, infrastruktur, serta mengembangkan bisnis perseroan.
CFIN - Rencana emisi MTN
PT Clipan Finance (CFIN) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes - MTN) senilai Rp 500 Miliar dalam rangka refinancing MTN yang akan jatuh tempo. CFIN tercatat memiliki obligasi senilai Rp 800 Miliar yang diterbitkan pada 2012 lalu dan jatuht empo pada 30 Maret 2015. Obligasi tersebut membayar kupon 9.5% dengan peringkat idA+ dari Pefindo.
KAEF - Pembangunan pabrik
PT Kimia Farma (KAEF) telah memulai pembangunan pabrik obat baru yang akan memproduksi obat kanker, injeksi, salep dan krim obat dengan investasi sebesar Rp 1.3 Triliun dan ditargetkan beroperasi pada 2H 2016. Pembangunan pabrik baru ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi perseroan hingga tiga kali lipat serta mengantisipasi tingginya kebutuhan akan obat, seiring penerapan sistem jaminan sosial nasional (SJSN). Selain berbagai obat produk obat kimia perseroan juga membangun pabrik khusus untuk memproduski berbagai produk herbal. Sumber pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman bank.
MPPA -Rencana ekspansi
PT Matahari Putra Prima (MPPA) berencana membuka 13 gerai Hypermart dan 5 gerai Foodmart baru pada tahun ini. MPPA juga memanfaatkan tren belanja online dengan mempunyai situs belanja online shop.hypermart.co.id yang dipersiapkan sejak 2012 dan sudah mulai beroperasi dengan pelanggan paling banyak dari Jakarta. MPPA menganggarkan Rp 640 Miliar hingga Rp 800 Miliar untuk ekpansi organik dan pengembangan belanja online. MPPA menargetkan penjualan naik sekitar 15% dari tahun lalu sebesar Rp 15.62 Triliun.